Sweetest Alert from Alloh

12:2O PM
7 Juli 2012
Aku menatap kelu ke arah cermin. Bayanganku. Tepatnya bayangan wajahku. Lebih tepatnya lagi, bayangan wajahku yang memerah karna reaksi dari kulitku yang alergi berkolaborasi dengan santan yang kuoleskan pada wajahku.
Awalnya perih. Selama satu menit, dua menit kutahan. Kemudian rasa pedih itu hilang dengan sendirinya.
Badai pasti berlalu. di balik kesusahan ada kemudahan, kan? (Lihat Qur’an Surat AlamNasrah)
Aku selalu memikirkan dua kalimat itu ketika mengalami sebuah kejadian yang *well boleh dibilang cukup menyakitkan, baik tubuhku ataupun perasaan*
Masih menatap wajahku di cermin, ku berfikir dengan heran. Bagaimana bisa aku melupakan itu?
Baiklah…mari kita flashback.

Dua minggu lalu aku mengalami efek menstruasi terparah dalam hidupku. Kuharap itu adalah yang pertama dan terakhir. Kondisi kesehatanku benar-benar sedang di bawah.

Salah satunya karna perkiraanku yang meleset. Ya! Biasanya jadwal menstruasiku 2 hari lebih cepat dari sebelumnya. I thought it would be on 27th July, because the last month I got my period was on 29th June. But I was wrong.

Biasanya eminggu sebelum tanggal presiksi menstruasi, aku harus mempersiapkan tubuhku menghadapi serangan ”Turunnya Metabolisme Tubuh Saat Menstruasi”. Gejala yang biasa kualami adalah sariawan.
Jadi untuk menghindarinya, satu minggu menjelang tanggal menstruasi, aku berusaha meningkatkan metabolisme tubuhku dengan mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran segar.

Just like I said before. Perkiraanku salah. Dua hari sebelum masa pemenuhan amunisi, aku melakukan ”Cheat Day” aka. Libur Food Combining. Aku makan semauku, karbohidrat dengan protein hewani, selain itu aku juga minum kopi.

Cheat-Day feat. kopi membuat mulutku senang, sayangnya tidak begitu dengan tubuhku. Malamnya aku sulit tidur. Di sisi baik, mungkin aku bisa menikmati Euro Cup. Sisi buruknya, tubuhku sangat kurang istirahat. Sedangkan aku tidak bisa mengganti hutang tidurku pagi harinya mengingat banyak hal yang harus kulakukan, semacam ”Traditional Wife Things”.

Singkatnya, sejak pagi hari tubuhku diserang rasa pegal, batuk-batuk, pilek, sariawan dan jerawat tumbuh di wajahku.
Sedikit membuatku shock, karna sudah lama aku tak pernah berjerawat. Selain itu pipiku juga mulai alergi dan gatal.
Yakin sekali, kekebalan tubuhku menurun sangat. Kesimpulanku, mungkin karena faktor menstruasi dan aku tak melaksanakan FC. Sehingga tubuhku sedang mengeluarkan banyak asam lewat kulitku yang alergi dan gangguan kesehatan lainnya.

Hal itu berdampak pada banyak hal:
1. membuatku agak malas beraktivitas (mencuci dan menyapu/membersihkan debu membuat wajahku gatal), kepalaku pusing karena batuk dan flu (I thought I got Sinus), malas melakukan treatment seperti biasa, malas masak. Pokoknya cukup berdampak parah pada kehidupanku.
2. Aku bahkan dua minggu bolos kajian.
Semuanya terasa blank begitu saja.
Aku merasa sedih ketika bercermin. Bukannya aku berfikir kecantikan fisik lebih utama dari pada kecantikan batin.
Tapi hey, kecantikan fisik juga penting. Kita sebagai perempuan harus merawatnya, bukan? Sebagai tanda bersyukur pada Alloh. My Mom and Granny always say bahwa wajah adalah salah satu modal penting. (Maka dari itu, pada saat taaruf proses Nadhor juga diperlukan kan?)

3. Dengan kondisi kulit wajahku yang alergi: pori-pori iritasi, kemerahan dan bengkak. Ditambah lagi jerawat yang hampir sebesar kelereng. Harus kuakui bahwa aku yeah…sedikit gila, sedikit geregetan, ingin menangis (yang mungkin karna hormon terganggu).

On Sunday 1st July, after Kajian, when my sisters and I just got home. She told me, ”Why your face looks so misserable? What’s wrong with your skin? It look like burned by something.”

Then I ran straight to the mirror. I saw my face, my ugliest face ever. I wanted to cry but I didn’t. I told her “It’ll be okay” I was trying damn hard to look toughly.
Yup, she supposed to say that to me. Lol.
I don’t know. It was so spontanious, I poured boiling water into a glass with a bag of tea and lil drop Sarang-Semut-Juice.
I used them to heal my skin face, it helped by cottons. Don’t you ever imagine how did I look.
Because my family screamed when they saw me with masker.
For the 1st time I wore Tea-SSJ-Cotton-Masker was so okay. The dead skins off easily and I felt okay. There was no pain and itchy. My skin was better, it made me feel such craving because I was feeling so okay.
The second time, i wore it for 15 minutes and I felt my skin went dryer than before. I supposed realize that it was warning. But I didn’t. So I wore it until three times. Unfortunately, it made my face more dry than 2nd one before.
I wanted to scream out loud.
Until I finally decided that I won’t do anything for healing my face e.g: no sunblock, aloe cream, especially tea-things. I was so desperate, if-you-wanna-know.

And today, Alloh gave me the answer. All because I cooked Empal Gentong. for Empal, I need Santan for cooking. The one word with 6 letters slapped me so hard. Why I didn’t even remember to use Santan for my treatment? In the last 2 months I used Santan for my treatment and i was always so okay.

When I realized, I was so angry to my self. Really.
Why was I so silly? Why was I so forgetful? Why? Why? *crying out loud*

Ya..segalanya memang atas kehendak Alloh. Alloh sedang menegurku melalui kesehatan, terutama masalah wajahku. Ini lebih mengingatkanku sekali lagi bahwa kecantikan wajah bukan segalanya.
Walaupun begitu, kecantikan wajah (fisik) itu penting untuk dijaga. Dijaga bukan hanya dengan perawatan kecantikan
(makeup)
tapi juga dengan air wudhu juga dijaga untuk selalu “gadhul
bashar” dari kaum lelaki bukan mahrom.
Dari peristiwa ini banyak hikmah yang kuambil. (Penomoran yang
kulakukan di bawah ini tidak menandakan urutan yang paling
penting)
1. Prediksi manusia tidak selalu benar.
2. Jagalah selalu kesehatanmu.
3. Manfaatkan waktu istirahatmu dengan baik.
4. Berolahragalah dengan rutin
5. Jagalah kecantikan batin dan wajahmu.
6. Treatment Santan adalah yang paling cocok untukku
7. Kau biasa melupakan apapun (yang sepertinya sepele) padahal
itu penting, bukan cuma masalah santan. Juga masa ibadadahmu.
8. Hal sepele yang baik sebaiknya rutin dijaga. Sekalinya kau bolos,
kau akan ketagihan untuk memulainya lagi. Mungkin akan
mengalami kesulitan untuk memulainya, misalnya: lupa. Berlaku
juga pada ibadah. Misalnya: dzikir pagi petang. Sekalinya
terlewatkan, kadang berikutnya merasa tak berat melewatkannya
lagi.
That’s it
Semoga kita bisa istiqomah pada kebaikan. Aamiin
:::Keyla:::

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s