25 Karakter Istri Sholihah

  1. Jika seorang istri diajak suaminya, maka hendaklah ia menyambut ‘panggilan’ tersebut tanpa menunda-nunda
  2. Wanita yang sholihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan kepada suaminya juga memelihara/menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada.
  3. Tidak bermuka masam di hadapan suami.
  4. Berusaha memilih perkataan terbaik tatkala bicara dengan suami
  5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan wanita, misalnya: mencuci, memasak, memandikan anak dll.
  6. Keluar rumah hanya dengan izin suami.
  7. Berhias hanya untuk suami: memperhatikan penampilan dan aroma tubuh.
  8. Tidak memasukkan tamu yang tidak disukai/diizinkan suaminya ke dalam rumah.
  9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.
  10. Menghormati mertua serta kerabat suami.
  11. Menenangkan suami jika suami sedang bingung atau bayak pikiran.
  12. Segera minta maaf jika ia melakukan kesalahan pada suami (tidak menunda-nunda meminta maaf).
  13. Mencium tangan suami apabila suami hendak kerja atau datang dari pekerjaan.
  14. Mau diajak suami untuk shalat malam, bahkan jika bisa ia yang mengajak suami untuk shalat malam.
  15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga, menyimpan rahasia suami, tidak menceritakan urusan ‘hubungan’ suami-istri.
  16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.
  17. Berusahalah untuk selalu bersikap qonaah.
  18. Tidak menunjukan kesedihan tatkala suami gembira. Tidak menunjukkan kegembiraan tatkala suami bersedih.
  19. Berusaha untuk memperhatikan kesukaan/selera suami, termasuk menghindari bau-bauan yg tidak disukai suaminya.
  20. Berusaha mengatur uang suaminya sebaik-baiknya dan tidak boros.
  21. Tidak menceritakan kecantikan fisik dan sifat-sifat wanita lain kepada suaminya.
  22. Tidak membiarkan suami jika suami melakukan hal buruk (maksiat). Berusaha menasehati suami dengan cara yang baik jika suami futur atau maksiat.
  23. Menjaga pandangannya hanya untuk suami.
  24. Lebih suka menetap di rumah dan tidak suka sering keluar rumah.
  25. Tidak melupakan kebaikan suaminya jika suami melakukan kesalahan.

Sumber: Kajian Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja – Nasehat Untuk Para Istri

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s