Pentingnya Sebuah Nama

“Apalah arti sebuah nama?” Itu kata pepatah, tapi dalam Islam tidak begitu. Nama merupakan sebuah do’a dan harapan orangtua untuk anaknya. Nama dapat berpengaruh pada orang yang diberi nama, maksudnya bila ia diberi nama yang baik maka pengaruhnya pun baik. Insya Allah.

Coba bayangkan bagaimana jika seorang anak diberi nama dengan Hazn (sedih), pasti ia akan jadi orang yang terus-terusan bersedih. Begitu pula misalnya dengan “Prihatin”, mungkin hidupnya juga akan prihatin ya? Hehe.. semoga tidak. Tapi beberapa kenalanku yang bernama Prihatin,  hidup mereka memang prihatin. Jadi ya, balik lagi ya… bahwa nama merupakan do’a dan harapan orangtua bagi anaknya.

Bicara tenang nama, tadi siang aku dan sahabatku berbincang di whatsapp yang ujung-ujungnya kami membicarakan nama aseliku dan nama panggilanku. Nama aseliku memang beda dengan nama panggilanku, hanya beda beberapa huruf.

Nama aseliku terdiri dari dua buah nama, nama yang pertama bersifat unisex karena bisa untuk laki-laki dan juga perempuan. Tapi kenyataan yang kutemukan adalah 90 nama tersebut menjadi nama laki-laki. Buktinya, jika temanku menyebut namaku kepada orang yang belum mengenalku, maka orang tersebut mengira bahwa aku adalah laki-laki.

Yang tak jarang terjadi adalah aku dianggap sebagai laki-laki hanya karena nama awalku tersebut. Padahal menurutku nama kedua-ku itu cukup feminim dan menunjukkan bahwa pemilik nama tersebut adalah seorang perempuan. Sayangnya logika semua orang tidak berjalan sampai situ. Jika aku pesan di online shop saat aku terima paket di situ tertulis untuk Bapak atau Sodara ***, bahkan di amplop gaji bulan pertama-ku pun tertera Bapak ***, pesan travel lewat sms juga dipanggil bapak dan masih banyak lagi.

Jadi itu sebabnya aku tidak terlalu suka menggunakan nama pertamaku, aku gunakan hanya untuk kepentingan formal dan kepada yang sudah kenal dan tahu bahwa aku adalah seorang perempuan. Bukannya aku tidak menyukai nama unik pemberian orangtuaku (di dunia ini hanya aku yang punya gabungan kedua nama yang unik ini). Dengan tidak memakai nama aseli, aku hanya ingin memberitahukan bahwa aku adalah seorang perempuan, lagipula nama panggilanku tidak jauh-jauh dari nama aseliku kok. Mungkin ada beberapa yang berpendapat bahwa aku sok ngegaya atau apa… whatever!! Namaku masih nyambung kok, tidak berubah jadi Berlin, Sidney, Chelsea atau Milan. Hehehe

Pesan moral:

  • Kalau memberi nama anak nanti, gunakan nama sesuai kelaminnya, jika ia seorang perempuan berilah nama-nama perempuan, begitu juga menamai anak dengan nama laki-laki jika ia laki-laki. Aku punya kenalan perempuan bernama Indra, seperti kita tahu bahwa Indra adalah nama untuk laki-laki. Dan kenyataannya, temanku sangat tomboy. Aku pun begitu, namaku cenderung lebih macho dari pada feminim, well…dulu pun aku tomboy, tapi itu dulu…. 😀
  • Namailah anak dengan nama yang baik, kalau ingin menamai dengan nama tokoh, namailah anak dengan tokoh yang baik (misalnya dengan nama para Sahabat: Umar bin Khoththob, Ali, Husein, Waqqash dll). Bukan dari nama-nama artis misalnya Madonna, Rooney, Ronaldo  dan lain sebagainya. Jadi jangan salahkan anak juga jika ternyata suatu saat kelak anak susah diatur dan gaya hidupnya tidak beres, bisa jadi itu merupakan dari do’a orangtuanya lewat pemberian nama untuk si anak.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s