Menangis Yang Bermanfaat

Semua orang pernah karena menangisi hal duniawi yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapannya. Seringnya yang terjadi padaku aku malah menangis karna merasa malu telah menangisi dunia. Dan aku pun menangis karena melawan diri yang sebenarnya tak ingin menangis. Awkward. Confuse. Mungkin karena di kepalaku terbayang “jurnal”ku yang di dalamnya kuselipkan sebuah artikel  “Menangis yang Bermanfaat”.

Here it is…

Menangis adakalanya dituntut oleh syariat. Orang-orang yang mencintai Allah dengan sepenuh hati akan selalu menangis bila mengingat dosa-dosanya.

Orang-orang shalih seperti para Nabi pun menangis.

Nabi Adam menangis karena malu pada Allah.

Nabi Daud menangis karena kesalahan.

Nabi Yahya menangis karena takut pada Allah.

Nabi Yakub menangis karena kehilangan.

Nabi Syu’aib menangis sampai buta karena rindu dan cinta kepada Allah.

Anas berkata bahwa pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, lalu Beliau bersabda dalam khutbahnya:

“Andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit  tertawa dan banyak menangis.”

Seketika itu juga para sahabat menutup muka masing-masing sambil menangis.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani.

Oh well….pesan moralnya adalah: Banyak hal yang lebih penting dari hal duniawi untuk kita tangisi, kekecewaan duniawi  jauh lebih sepele dibanding mereka (orang-orang shalih) yang menangis karena takut pada Allah, karena dosa yang telah diperbuat atau karena takut dimasukkan ke dalam api neraka.

Semoga tangisan kita adalah tangisan yang bermanfaat. Aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s