Niqab dan Aku

Berniqab memang sudah masuk planning list-ku setelah berhijrah. Hanya saja, aku tidak langsung merealisasikan keinginan dan rencanaku itu. Karena bagiku, dibutuhkan persiapan matang untuk berniqab. Bukan hanya pakaian, jilbab dan cadar. Yang utama bagiku adalah ilmu dan mental untuk berniqab.

Tak sedikit komentar miring yang kudengar baik langsung maupun tidak langsung tentang wanita berniqab. Tidak usah jauh-jauh, adikku sering curhat tentang komentar-komentar yang ia dengar. Disebut teroris, sok-sok jadi orang Arab, ninja dan lain sebagainya.

Bukan, bukan karena komentar tersebut alasanku menunda berniqab saat itu. Karena, dengan jilbab lebar yang kupakai pun menuai komentar yang tidak sedikit. Penundaan itu lebih kepada kesiapan diriku sendiri, karena bagiku berniqab adalah sebuah komitmen. Sambil memupuk kesiapan diri, setiap aku menjahit sebuah jilbab aku selalu minta dijahitkan sebuah cadar.

Lama kelamaan aku sering merasa tak nyaman dengan pandangan lak-laki asing saat aku berada di luar rumah, khususnya ketika di jalan raya pada saat macet atau lampu merah. Pokoknya merasa tidak nyaman jika aku tahu ada lelaki asing yang melihat wajahku, baik itu hanya sekilas apalagi bila bisa berlama-lama.

Karena aku belum siap berniqab, aku pun memakai masker. Aku mempunyai banyak masker wajah berbagai motif untuk berkendara. Dari motif garis, polkadot hingga batman.

Akhirnya, bismillah… pada bulan Desember 2013 aku membulatkan niatku untuk berniqab. Pengalaman pertama berniqab adalah deg-degan. Aku bahkan kurang berani naik angkutan umum 😀

MasyaAllah, 90 persen orang-orang masih mengenalku. Apalagi murid-muridku TK yang dulu. Banyak doa yang kuterima saat mereka tahu bahwa aku sudah berniqab.

Ada pengalaman yang cukup berharga ketika untuk kedua kalinya aku go public dengan niqab. Saat itu liburan sekolah, aku mengajak Faiz (dulu aku adalah guru kelasnya ketika masih mengajar di TK). Hubunganku dan Faiz sangat dekat, melebihi hubungan guru dan murid. Orangtua kami sama-sama mengenal kami dengan baik, aku dan faiz sama-sama perhatian. Orangtua kami pun sama-sama perhatian pada kami. (Ini kok bahasanya rada beda ya)

Hari itu aku, Faiz dan ketiga adikku jalan-jalan di Grage Mall. Faiz membisikku supaya kami ke Breadtalk, BasRob, Jco atau ke Hokben. Akhirnya, karna tempat yang paling cozy adalah Jco, kami pun ke Jco dan memesan selusin donat berbagai rasa untuk dimakan di tempatnya.

Aku dan Faiz berbagi donat tiramisu bersama. Sebagai niqab-er pemula, yang pengalamannya masih cetek, aku merasa tidak memakai niqab dan akhirnya alih-alih memasukan potongan donat tiramisu ke dalam mulutku, cadarku malah belepotan oleh tiramisu cream.

Pesan moral dari hari itu adalah: Aku harus punya sedikitnya 2 cadar untuk 1 jilbab. Bagiku jilbab dan cadar harus 1 warna. Aku termasuk orang yang menolak untuk memakai niqab yang berbeda warna dengan warna jilbab. Contohnya, jika jilbabku ungu, aku memakai niqab dengan ungu yang sama, bukan ungu yang berbeda, bukan hitam apalagi hijau.

Bagiku, itu masalah selera dan penampilan. Aku bukan orang yang perfeksionis, tapi sepertinya aneh aja ya melihat orang yang antara niqab dan jilbab berbeda warna.
Membawa niqab cadangan memang sangat penting, sama pentingnya dengan membawa kaos kaki cadangan. Jaga-jaga jika kehujanan, kena makanan ketika makan, dan alasan lainnya.

Sebenarnya ingin menulis hal yang lebih serius tentang niqab, tapi lain kali ya… InsyaAllah…

Yang jelas, selain menyempurnakan berhijab aku merasa lebih aman dan terlindungi dengan berniqab. Semoga kami (muslimah berniqab) bisa selalu istiqomah. Wallahul Musta’an. Aamiin..

Advertisements

3 thoughts on “Niqab dan Aku

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s