Gulai Kacang Panjang Very First Time

Keylazzz Gulai Kacang Panjang Very First Time

Keylazzz Gulai Kacang Panjang Very First Time

Terinspirasi dari nasi Padang yang kami beli dua hari lalu, siang ini aku memasak “Gulai Kacang Panjang Very First Time”. Dari judulnya saja pasti seluruh dunia akan tahu bahwa ini adalah gulai kacang yang pertama kali kumasak. I’m not really good at cooking, tapi berani-beraninya posting di blog tentang resep gulai kacang panjang perdanaku 😀

Frankly, aku bukan jenis manusia yang percaya diri dalam hal memasak. Aku enggak suka asin sekaligus enggak suka memakai MSG jika memasak, jadi mungkin masakanku tidak segurih kebanyakan dan biasanya yang makan masakanku pasti mengeluh “kurang asin!”.

Memasak apalagi masakan padang intinya sih harus berani bumbu. Bumbu yang kumaksud disini tentu aja bukan garam, tapi semacam kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, cabe, bawang dan lain sebagainya. Masalah kurang asin kan gampang diselesaikan dengan menambah garam dadakan secara personal. Aku pernah melihat teman kuliahku yang orang Padang menggunakan aneka macam bumbu dengan takaran yang cukup untuk porsi hajatan hanya untuk memasak nasi goreng.

Dan inilah Gulai Kacang Panjang Very First Time-ku.

Bahan utama: ¼ kg Kacang Panjang (Potong-potong sesuai selera)

Bumbu yang dihaluskan:

  • 5 buah cabe merah (ulek bersama gula pasir akan menimbulkan warna merah yang manis, beda loh warnanya antara diulek bersama garam atau gula pasir).
  • 3cm lengkuas (parut)
  • 3cm jahe (parut)
  • 3cm kunyit (parut)
  • Ketumbar (ulek sampai halus). Kalo beli yang sudah halus, takarannya kira-kira 1 sendok the.
  • 4 siung bawang putih (ulek halus)
  • 4 siung bawang merah (ulek sampai halus)
  • 5 keping kemiri (yang sudang digangsa atau digoreng).
  • Gula sesuai selera
  • Garam sesuai selera

Catatan: ulek bahan bumbu tersebut satu persatu sampai halus, terakhir lalu satukan semua bumbu dan ulek sampai campur rata.

Bumbu yang ditumis:

  • 4 siung bawang merah (iris tipis)
  • 4 sendok minyak sayur
  • 4 lembar daun jeruk
  • 4 biji asem jawa
  • 1 batang serai
  • Kiamis (Granny bilang bahwa Kiamis dan Kayu Mani situ berbeda, Kiamis dignakan untuk memasak masakan asin sedangkan Kayu Manis digunakan untuk membuat jamu)
  • Cabe rawit (sesuai selera asal jangan leih banyak dari jumlah kacang panjang, cuma untuk mensiasati kalau-kalau kurang pedas)

Kuah:

1 buah kelapa, parut.

Peras kelapa 3 kali, masing-masing kira-kira dengan 300ml air.

Perasan pertama menjadi santan kental pisahkan dengan perasan ke-2 dan ke-3.

Langkah Memasak:

  1. Awali dengan membaca bismillah.
  2. Panaskan minyak sayur lalu tumis irisan bawang merah sampai setengah matang.
  3. Lalu masukan bumbu halus, masak dengan api yang kecil sambil diaduk-aduk supay matangnya rata.
  4. Masukan daun jeruk, asem jawa, jabe rawit dan serai. Aduk –aduk.
  5. Setelah yakin bumbu matang, masukkan santan (campuran perasan ke-2 dan ke-3) sedikit demi sedikit. Jangan langsung semua (600ml) langsung dimasukkan. Sebab nanti bumbu akan menggumpal. Masukan dulu kira-kira 300ml (sedikit demi sedikit). Lalu biarkan sampai mendidih.
  6. Lalu masukan 300ml sisanya, masak sampai mendidih. Lalu masukkan kacang panjang. Tutup (ungkep) supaya kacang panjang menjadi empuk.
  7. Setelah kacang panjang matang, empuk dan bumbu menyerap. Lalu masukkan santan kental (perasan pertama), cicip barangkali kurang asin atau manis, dan tunggu sampai mendidih. Selesai!!

Jangan lupa sebelum makan baca bismillah

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s