Food Combining 2

Artikel ini  merupakan lanjutan dari artikel tentang Food Combining sebelumnya.

Pagi Hari (04.00-11.00)

Pagi hari adalah waktu dimana “sisa poses” dibuang dari tubuh baik dalam bentuk kotoran, urin, keringat atau nafas (Co2). Agar proses “pengeluaran” ini bebas gangguan, maka sebaiknya pilihlah makanan yang tidak memberatkan pencernaan yaitu BUAH.

Buah disebut makanan pembentuk basa, kandungan protein serta lemak pada buah juga kecil sekali sehingga kalorinya boleh diabaikan. Banyak yang masih tidak yakin bahwa buah-buahan sebaiknya dikonsumsi pagi hari atau pada saat perut kosong, karena khawatir sakit perut. Kecuali bila alam bawah sadar tlh ada ketakutan tinggi thdp buah, bisa memicu sakit perut atau biasa disebut psychosomatic. Padahal itu tidak akan terjadi bila dikonsumsi dengan baik dan benar, yaitu:

  • Dicuci bersih pada air yang mengalir.
  • Tidak mentah, tidak busuk, tidak berjamur dan tidak memar.
  • Makan buah harus perlahan dan sedikit demi sedikit, agar ia tersentuh dengan air liur sehingga tercerna sempurna (bukan hanya buah, mengunyah makanan apapun harus dengan perlahan).
  • Tidak dikonsumsi bersama makanan lain atau segera sesudah makanan lain.
  • Buah dimakan 20-30 menit SEBELUM makanan padat.

Buah merupakan makanan yang tidak memberatkan pencernaan pagi hari, karna sifat buah yang ringan, mudah dicerna dan memiliki unsur yang cukup. Pilihlah buah yang berserat, manis, matang (di pohon) dan berair. Buah-buahan yang terbaik untuk sarapan adalah buah-buahan lokal, contohnya: pepaya, jeruk, melon, semangka, apel dll.

Buah bersifat mengenyangkan, namun ringan karna sifatnya yang cepat terurai maka buah mudah membuat kita cepat lapar. Itulah sebabnya dianjurkan makan buah 2jam sekali hingga waktu makan siang tiba. Selingi dengan segelas besar air putih setiap 2 jam.

Buah dapat dimakan langsung ataupun dijus. Dengan catatan: TANPA pemanis. Kalaupun mau, hanya boleh ditambahkan 1-2 sdt madu alami, segenggam qurma ataupun kismis. Selain tinggi kadar nutrisi vitamin, mineral, serat. Buah segar juga tinggi dengan enzim yang berguna bagi kelangsungan kerja tubuh. Buah bisa memberi semua kebutuhan tanpa membuat alokasi energi tubuh pagi hari terganggu saat laksanakan ‘tugas’ di fasenya, karna buah memiliki kandungan serat dan enzim cerna yang mampu bantu tubuh hilangkan tumpukan makanan dari usus besar. Usus besar yang bersih dan sehat, faktor penting bagi kehidupan yang sejahtera untuk jangka panjang (juga berat badan ideal).

Buah tidak dianjurkan dimakan dengan jarak terlalu dekat atau dalam waktu bersamaan dengan makanan padat. Karna buah menjadi sulit cerna saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan padat lainnya. Fruktosa cenderung merusak mereka. Selain itu kandungan asam karbonat/vit. C pada buah mengganggu kerja enzim cerna amilase (karbo) dan pepsin (protein). Makan buah pasca makan berat sangat menganggu kesehatan karena akan mengubah buah menjadi racun tak berguna untuk tubuh plus merusak apa yang telah dimakan.

Jadi, intinya: Menu sarapan terbaik adalah Buah. Makanan selain buah akan memberatkan sistem cerna pagi. Susu/teh/kopi walaupun dalam bentuk cairan, tetapi tetap memerlukan energi lebih besar dari pada mencerna buah. Apalagi menu sarapan lain pada umumnya, misalnya: bubur ayam, nasi goreng, sosis, mi rebus, telor, nasi kuning, serabi, lontong dan sejenisnya.

Dilihat dari segi kepraktisannya pun, buah lebih unggul. Diperlukan waktu sebentar untuk mempersiapkan buah. Hanya dengan mencucinya 1-2 menit dengan air yang mengalir. Tidak perlu repot-repot masak, racik bumbu, dan kegiatan masak untuk sarapan lainnya.

Dari segi harga? Misalnya Nasi uduk/nasi kuning Rp. 3000/bungkus. Harga melon 6000/kg. Mangga 9000/kg. Jambu biji merah 2500/kg. Pepaya 4000/kg. Semangka 3500/kg. Pisang Mas 5000/sisir. Bisa juga kan beli buah potong yang dijual di tukang buah keliling, biasanya Rp.1000-2000/potong.

NB: Buah Durian, Nangka dan Cempedak bukan buah yang dianjurkan untuk sarapan. Makanlah buah semangka secara ekslusif alias tidak dengan buah-buahan lain.

Lebih optimal lagi, begitu bangun tidur minumlah segelas air hangat + perasan jeruk nipis/lemon (TANPA gula). Catatan: boleh 1 sdt madu murni.

Siang-Malam (pukul 11.00-20.00)

Mulai pukul 11.00-20.00, tubuh membuka kesempatan untuk bisa menyerap bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya. FC sejatinya dibagii atas beberapa unsur, dan  3 unsur populer adalah : Protein, Pati dan Sayuran.

Sayuran dipercaya sebagai makanan bergizi dan vital bagi kesehatan dan vitalitas manusia (terutama yang masih segar dan bebas polusi). Seperti halnya buah, sayuran segar disebut makanan pembentuk sifat basa karena PH-nya mendekati basa. Klorofil pada sayuran hijau berkhasiat meremajakan dan menyegarkan tubuh manusia, menyembuhkan luka pada selaput lendir usus, serta membantu membersihkan sistem tubuh, terutama organ hati.

Beberapa jenis vitamin dan mineral pada sayuran mudah rusak atau hilang pada saat dimasak atau dicuci. Sayuran sebaiknya dicuci sebelum dipotong-potong dan jangan dimasak sampai layu.

Sebenarnya sayuran sudah mewakili unsur pati dan protein sekaligus dalam jumlah yang lebih sederhana, tapi budaya Indonesia lebih terkonsentrasi untuk mengkonsumsi pati (karbohidrat) dalam jumlah besar.

FC mengenal padu padan cocok atau tidak cocok untuk setiap unsur makanan. Berikut detil yang bisa disampaikan.

SERASI 🙂

Protein (hewani) – Sayur

Contoh:

  • Ayam goreng + Capcay
  • Sop ayam dengan sayuran (Wortel/buncis/kacang polong)
  • Ikan bakar + sayur lalapan
  • Jambal roti + urap
  • Gado-gado/lotek/karedok + suwir ayam
  • Dll

Pertemuan antara kandungan protein padat dan lemak hewani terimbangi sayur. Kombinasi antara protein-sayuran dalam jumlah tepat membuat PH netral darah tercapai. Tapi ke-idealan ini sulit tercapai, apabila konsumsi protein 2-3 kali lipat lebih besar daripada konsumsi sayuran segar.

Protein hewani juga butuh proses panjang dan lama untuk diurai di sistem cerna manusia bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Proses lama tersebut tidak identik dengan rasa mengenyangkan yang lama dan panjang seperti disangkakan oleh banyak orang.

Mengkonsumsi protein hewani dalam jumlah banyak justru menyita energi kehidupan dalam jumlah besar harus dikonsetrasikan bagi sistem cerna. Akibatnya muncul rasa lelah, kantuk, lesu, malas sebagai upaya penghematan energi oleh tubuh.

NB: Cukup 1 (satu) jenis protein hewani dalam 1 waktu makan, tidak berbarengan dengan protein hewani lainnya. 

Pati – Sayuran

  • Ketoprak
  • Lontong + Gado-gado
  • Nasi lengko
  • Nasi + sayur asem + tempe + tahu
  • Nasi + Capcay
  • Perkedel jagung + tumis kangkung
  • Sayur jagung + jagung
  • dll

Pati + sayur merupakan padu padan serasi karna keduanya berbasis karbohidrat dan lebih mudah cerna dan diterima oleh tubuh. Tapi saat pati dikonsumsi jauh lebih banyak dari sayuran dapat tercipta lonjakan gula yang berefek tidak baik untuk tubuh. Atau apabila sayuran dikonsumsi dalam keadaan telah diproses panjang, terlalu matang dengan suhu tinggi hingga enzimnya mati, maka hal itu tidak lagi serasi.

Pati + Pati

  • Nasi + perkedel jagung/kentang
  • Nasi + Mi/bihun
  • Nasi + kentang goreng
  • Nasi + Bakmi tanpa daging
  • dll

Pati bisa dikonsumsi lebih dari 1 macam. Meski serasi tetap lebih baik jika tidak dikonsumsi berlebihan. Bagaimanapun kemampuan tubuh untuk menyimpan pati sangat terbatas hingga kelebihannya akan diubah dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak.

Pati + Protein Nabati

  • Nasi + Tahu
  • Kupat tahu
  • Nasi + Sup kacang merah/kacang hijau
  • dll

Saat padu padan telah terjadi, tubuh akan menerima dan mencerna semua dengan baik dan juga memprosesnya secara maksimal. Kita akan lebih mudah menjadi kenyang dan tetap terasa bugar. Daya tahan tubuh menguat serta fungsi semua organ menjadi prima. Yang pasti FC tidak akan membuat kelaparan, kebingungan menghitung kalori, Indeks Glikemik, kandungan protein, lemak dll

Tubuh tidak akan didikte sesuai keinginan tapi berorientasi pada kesehatan, tubuh akan mencari berat idealnya sendiri. Jika overweight maka akan turun, jika kurang berat badan maka akan naik. Tentu saja jika menjalankan FC dengan baik dan benar sesuai dengan juklak.

Tidak Serasi

Protein (hewani) + Pati

  • Lontong + sate
  • Ikan/ayam/daging + nasi
  • Mi baso
  • Mi ayam
  • Pizza meat lover
  • French fries + fried chicken
  • Nasi goreng kambing
  • Beef burger

Protein Hewani + Pati merupakan padu padan yang tidak ideal! Kendati sulit diterima, beginilah sistem cerna tubuh bekerja bila dikonsumsi dalam jumlah dominan, contoh : sepiring nasi dan sepotong paha ayam goreng, akan membuat sistem cerna kerepotan.

Enzim cerna yang terpakai akan kesulitan memilah antara protein dan pati yang harus diproses karna sifat enzimnya. Protein juga memerlukan tempo pencernaan yang lebih lama dari pati. Itu sebabnya konsumsi pati-protein tidak serasi.

Pati + Gula

  • Kue/cake isi buah manis
  • Bubur sumsum
  • Dawet/cendol
  • Kue lolos
  • Roti+mentega+gula pasir
  • dll

Pati+Asam

  • Roti+selai buah
  • Nasi + Asinan
  •  dll

Protein Hewani + Protein Hewani

  • Ikan + Ayam
  • Empal gentong + sate kambing
  • Telur dadar + kornet
  • Daging yang dimasak dengan susu.
  • Telur dadar dan keju
  • Daging dan ayam

Protein hewani memberatkan pencernaan jika dikonsumsi ebih dari satu macam sekaligus.

NB: Dianjurkan setiap makan siang/malam selalu ada menu sayuran segar.

Semoga bermanfaat 🙂

Keyla

Sumber:
Buku Kibulan Sehat (Mitos dan Fakta Kesehatan) dan twitter @erikarlebang (Erykar Lebang)
Buku Food Combining, Kombinasi Makanan Serasi, Pola Makan untuk Langsing & Sehat karya Andang Gunawan
Advertisements

4 thoughts on “Food Combining 2

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s