Food Combining

Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau berkata kepada seorang laki-laki untuk menasihatinya :

”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi]

Berdasarkan hadist di atas, yang menjadi topik utama kali ini adalah tentang menjaga kesehatan. Salah satu ikhtiarku menjaga kesehatan adalah dengan menerapkan pola Food Combining.

Aku mengenal Food Combining pertama kali dari seorang sahabatku sekitar tahun 2005. Awalnya kami memang bertujuan untuk bisa mencapai berat badan ideal. Tapi lama-lama tujuan utamaku adalah kesehatan.  Sehat itu mahal, dan sakit ternyata lebih mahal. Jadi alangkah lebih baik jika kita menjaga kesehatan sebelum kita sakit. Dan Food Combining merupakan ikhtiarku untuk hidup sehat.

Menjalankan FC memang harus dengan baik dan benar sesuai dengan juklak. Patuh dan disiplin terhadap aturannya. Jadi ingat dengan pernyataan: Eat once healthy food won’t make you skinny. Eat once junk food won’t make you fat. Intinya sih kembali ke habit, kalau pola makannya jelek dan makan makanan sehat hanya sesekali, itu sama saja bohong.

Tapi bukan berarti kita tidak boleh sama sekali untuk menkonsumsi makanan dengan padu padan tidak serasi. Boleh-boleh saja misalnya ingin makan empal asem + sate kambing + nasi lengko. Hanya saja tidak menjadikan itu sebagai kebiasaan. Jadikan hanya sebagai wisata kuliner.

Sebenarnya sih tidak rumit, tapi masyarakat Indonesia sudah terpola/terdoktrin 4 sehat 5 sempurna. Jadi ketika kita melaksanakan FC, terlihat amat sangat tidak umum dan bahkan mungkin terlihat aneh. Sebelum mengenal FC pun, aku memang punya masalah dengan nasi, karna biasanya setelah makan nasi pasti deh merasa mual dan perut merasa begah. Makanya aku jarang bangettt makan nasi. Aku cenderung lebih memilih banyakin sayur dari pada makan nasi.

Well… tidak sedikit yang merasa aneh, dan mungkin menganggapku freak karna sempat antipati dengan nasi. Padahal saat itu aku masih bisa mengkonsumsi karbohidrat lain selain nasi: kentang dalam sayur sop misalnya, jagung dalam sayur bayam atau singkong.

Tapi, balik lagi ke pepatah sakti bahwa ‘Belum makan nasi = belum bisa disebut makan’ -_-“

Menurut ku sih makan lumpia basah juga kan termasuk makan, ada lumpia dan ada tumis tauge dan porsinya itu hampir 1 (satu) piring. Lumayan banyak. Dan itu belum disebut “sudah makan”? They’re freat not me 😀

Sejauh ini aku merasa lebih baik dengan menerapkan pola FC. Sebelum kenal FC, yang kutau adalah bahwa aku enggak bisa sarapan dengan menu selain buah seperti: mi, nasi, tempe goreng, cereal, sosis, nugget dll. Bahkan ketika sahur pun di kala orang lain mengisi tubuhnya dengan makanan untuk persediaan tenaga selama puasa, aku bahkan cukup air minum dan beberapa butir qurma saja. Jika aku makan menu berat, alamat pukul 6 pagi sudah lemas, letih dan malas ngapa-ngapain.

Akhirnya terjawab setelah aku mengenal FC, aku mengetahui bahwa setelah makan menu berat pada pagi hari, maka tubuh akan berkonsentrasi mengerahkan tenaganya supaya mencerna makanan. Hal itu secara tidak kita sadari loh. Ibaratnya tenaga kita terkorupsi ke pencenrnaan, akhirnya melakukan kegiatan lain pun malah males 😀

Hmmm…dulu sebelum FC pas PMS pasti dapat sariawan. Tapi ketika menjalankan FC dengan baik, alhamdulillah daya tahan tubuhku bagus bahkan ketika menstruasi. Jadi enggak pernah sariawan lagi. Logikaku begini, setiap hari aku mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dengan baik. Nutrisi tubuhpun insyaAllah terpenuhi sehingga tubuhku memiliki daya tahan yang bagus.

Jika kena gejala pilek atau batuk, tinggal kencengin FC, perbanyak konsumsi sayuran segar, buah-buahan dan air putih. Aku tidak perlu minum obat kimia dan sudah tidak minum obat kimia ebih dari satu tahun. Aku memang mengenal FC sejak tahun 2005, tapi penerapannya kurang maksimal dan akhirnya mulai FC dengan baik dan benar setelah mengenal @erikarlebang di twitter bulan Ramadhan 2011. Kalau ada yang belum aku tahu dan belum mengerti maka aku bertanya langsung pada pakarnya, dan sebagaian besar pertanyaannya beliau jawab dengan baik.

Ohya, efek bagus dari FC lainnya yaitu tidak merasa perut begah karna enggak ada masalah di pencernaan.

Kira-kira itu yang kurasakan tentang FC. Semoga Bermanfaat!

Keyla 🙂

 

Advertisements

2 thoughts on “Food Combining

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s