Tata Cara Mengurus Jenazah

Pada Ahad 10 Maret 2013 alhamdulillah telah berlangsung Kajian “Tata Cara Mengurus Jenazah” yang diselenggarakan oleh Pengurus Ummahat se-wilayah 3 Cirebon. Kajian ini adalah kajian Ilmu yang sangat kutunggu-tunggu. Berhubung ibuku biang bahwa dalam satu keluarga setidaknya harus ada yang mengetahui tata cara yang syra’i mengurus jenazah. “Lha, bagaimana jika yang belajar itu yang meninggal lebih dulu?” batinku. Jadi kesimpulannya adalah: sudah sepantasnya setiap muslim mengetahui tata cara yang syar’i mengurus jenazah, karena kita tidak tahu siapa duluan yang akan dijemput malaikat maut 🙂

Bismillah….

 

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi. Meninggalkan satu kehidupan menuju kehidupan yang lain. Kematian bukan merupakan akhir dari segalanya, justru merupakan awal kehidupan akhirat. Allah Ta’ala telah menetapkan kematian bagi setiap jiwa, di dalam Al Qur’an kematian (al-Maut) disebutkan pada 164 tempat dengan bentuk yang berbeda, diantaranya Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al-Anbiyaa: 35]

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Aali Imraan: 185]


وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (ajal); maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” [QS. Al-A’raf: 34]

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” [Al-Ankabut: 57]

Sebagaimana firman Allah di atas, tiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Tidak peduli ia tua-muda, miskin-kaya, sehat-sakit tidak ada yang tahu kapan mereka merasakan kematian. Maut tidak datang hanya berdasarkan usia, yang muda bisa saja menemui kematian lebih dahulu dari pada yang tua. Maut bisa saja menjemput yang sehat terlebih dahulu sebelum si sakit. Maut bisa datang kepada siapa saja, ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, adik, suami, istri, anak, keponakan, cucu. Kalau bukan mereka yang menghadapi kematian kita terlebih dahulu, kitalah yang menghadapi kematian mereka.

Ketika kita melihat jenazah yang dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan, maka dalam benak kita bisa timbul pertanyaan:

“Adakah yang mengurusi jenazah kita setelah kita mati?”

“Siapakah yang akan mengurus jenazah kita?”

“Akankan jenazah kita diurus dengan tatacara yang sesuai syariat?”

“Atau malah jenazah kita diurus dengan tatacara yang tidak sesuai dengan tuntunan syar’i (bid’ah)?

Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah, yang merupakan kewajiban seorang mukmin terhadap saudaranya yang meninggal, yakni memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya. Karena itu, alangkah baiknya jika dalam suatu keluarga sudah ada anggota keluarga yang mengetahui tentang tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah.

Bersyukurlah jika Allah Ta’ala telah melimpahkan ilmu tata cara mengurus jenazah yang sesuai tuntunan syariat. Dan bagi yang belum mengetahui ilmunya, bisa belajar melalui buku-buku panduan yang syar’i juga mengikuti seminar atau pembinaan tata cara mengurus jenazah yang sesuai dengan tuntunan syariat. Karena ilmu ini merupakan salah satu yang sangat bermanfaat jika diamalkan. Insyaallah.

HAL-HAL YANG DIKERJAKAN SETELAH SESEORANG MENINGGAL DUNIA

Perbuatan Wajib Bagi yang Hadir

1. Menutup kedua mata dan mendoakannya. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya ruh jika dicabut diikuti oleh pandangan (mata)”

[HR. Abu Dawud, Muslim dan Tirmidzi]

2. Menutup seluruh tubuhnya dengan kain, berdasarkan hadist ‘Aisyah Radiallahu’anhu:

“Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam ketika wafat, tubuhnya ditutupi dengan burdah hibarah.” [HR. Bukhori dan Muslim]

3. Hendaknya menyegerakan pengurusannya, berdasarkan hadist:

“Bersegeralah (mengurus) jenazah.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Karena hal ini akan mencegah mayat tersebut dari adanya perubahan di dalam tubuhnya. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Kehormatan seorang muslim adalah untuk disegerakan jenazahnya.” Dan tidak mengapa untuk menunggu diantara kerabatnya yang dekat apabila tidak dikhawatirkan akan terjadi perubahan dari tubuh mayit.

 4.   Menguburkannya di negeri tempat ia meninggal

5. Segera melunasi hutangnya, walaupun harus menghabiskan seluruh hartanya.

“Jiwa seorang mukmin terikat dengan hutangnya hingga dilunasi.”

[HR Ahmad, At Tirmidzi, dan beliau menghasankannya]

Adapun orang yang tidak meninggalkan harta yang cukup untuk melunasi hutangnya, sedangkan dia mati dalam keadaan bertekad untuk melunasi hutang tersebut, maka Allah yang akan melunasinya.

Perbuatan Mubah Bagi yang Hadir

Dibolehkan bagi yang hadir:

  • Menyingkap wajah mayit
  • Menciumnya
  • Menangis karena kesedihan.

Sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah Radiallahu anhu:

Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Utsman bin Madh’un Radhiyallahu ‘anhu , saat dia telah meninggal, hingga aku melihat Beliau mengalirkan air mata. [HR Abu Dawud dan At Tirmidzi].

 Demikian pula Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, beliau mencium Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamn ketika beliau meninggal dunia.

UNTUK KELUARGA MAYIT

  1. Ketika mendengar kabar kematiannya wajib bagi keluarga mayit untuk sabar dan ridha terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala
  2. Istirja’, yaitu mengucapkan:

انا لله وانا اليه راجعون اللهم اجرني في مصيبتي واخلف لي خيرا منها

“Sesungguhnya kita milik semua milik Allah dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya.” [HR. Muslim, Baihaqi dan Ahmad]

PERBUATAN YANG HARAM

1.   Niyahah (menangis, menjerit dan meratapi mayit)

Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah)”. Lalu beliau bersabda, “Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal” (HR. Muslim no. 934).

2.   Memukul pipi dan merobek-robek baju.

“Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi dan merobek-robek baju dan berseru dengan seruan jahiliyah.” [HR. Bukhori dan Muslim]

3.   Mencukur rambut kepala.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari: “Sesungguhnya Rasulullah berlepas diri dari Sholiqoh (menjerit dan meratap), Haliqoh (mencukur rambut) dan Syaqqoh (merobek baju).” [HR. Bukhori dan Muslim)

4.   Na’yu, meyebarkan berita kematian melalui menara, di jalan-jalan atau di pasar. Boleh mengumumkan kematiannya bahkan menjadi wajib jika tidak ada orang yang mengurusi jenazah dan dengan tidak meniru na’yu jahiliyah.

Dan besok, Ahad tanggal 7 April insyaallah kajian praktek mengurus jenazah. Semoga besok aku yang jadi model jenazahnya, ga terlalu yakin juga sih karena akhwat yang mau jadi modelnya banyak sekali!

(bersambung…..)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s