DETOKSIFIKASI

LETS DETOX

InsyaAllah besok aku memulai detoks. Detoks kulakukan setidaknya 3-4 bulan sekali, biasanya sih ketika aku mulai kecanduan kopi lagi. Tidak mudah memang menahan keinginan untuk minum kopi, apalagi ketika suasana liburan dimana aku berkumpul dengan para peminum kopi. Berawal dari aji mumpung, mumpung sedang di Bandung, mumpung dibayarin, kapan lagi ke Star*ucks? Di Cerbon kan enggak ada. Ya udah sih Key… sekali-kali mah buat kuliner. Sambil menghabiskan segelas grande Caramel Macchiato aku meyakinkan hati bahwa, “janji deh, caramel macchiato ini minum kopiku pertama dan terakhir liburan ini.”

Kenyataannya? Esok hari tubuh dan mulutku ketagihan jika sudah memulainya. Kepalaku sakit sebelum aku minum setidaknya secangkir kopi. Kopi merk apapun, dan aku lebih suka espresso, atau 3 sdm kopi kapal api dengan 1sdt gula untuk satu cangkir. Setelah minum sakit kepalaku hilang, tapi perut begah dan aku juga kesal pada diriku sendiri karena tidak bisa sekuat tenaga menahan ketagihanku.

kopi

Penampakan 3 sdm kopi + 1 sdt gula

Aku tau, bahwa itu tidak baik untukku. Tapi untungnya tidak berlangsung lama dan setiap hari. Biasanya, untuk meminimalisir dampak buruknya aku minum 3 gelas besar air bening yang membuatku bolak balik buang air kecil. Bukan perkara mudah bagiku untuk bilang “thank you so much, I’m sorry, good bye!!” pada kopi, apalagi untuk selamanya. Aku benar-benar harus berkeinginan kuat untuk melepasnya dari kehidupanku, karena kopi itu gak sehat. I repeat: kopi itu gak sehat!

Salah satu ikhtiarku untuk melepaskannya adalah dengan melakukan detoks. Karna biasanya setelah detoks, kehidupanku normal tanpa kopi. Tidak ada tuh yang namanya nagih kopi sampe kepala sakit saking kepengen 😀

Kenapa DETOKS?

Setiap hari kita mandi untuk membersihkan tubuh. Setiap hari kita membersihkan rumah agar lingkungan bersih dan sehat. Nah, bagaimana dengan kebersihan bagian dalam tubuh kita? Kebanyakan orang memang lebih peduli pada penampilan luar daripada kebersihan bagian dalam tubuhnya.

Secara alamiah usus besar merupakan tempatnya kotoran dan sebenarnya tubuh kita sudah melakukan detoksifikasi melalui buang air kecil dan buang air besar. Tapi ada kalanya proses ini tidak memadai, terutama jika jumlah toksin yang terbentuk lebih banyak daripada yang dikeluarkan.

Proses detoksifikasi bisa dilakukan selama 2-14 hari, tergantung pada kondisi tubuh dan tingkat asidosis (kondisi di mana keasaman tubuh sudah terlalu tinggi sehingga rentan terhadap penyakit). Bagi yang belum pernah, bisa mulai berlatih sedikitnya 2-3 hari. Proses detoksifikasi itu sebenarnya baru dimulai pada hari ke 2 atau ke-3. Pada saat itu tubuh mulai mencerna sel-sel dan jaringan yang berlebihan, rusak, berpenyakit, usang atau sudah mati. Detoksifikasi sangat efektif untuk tujuan pembersihan bagian dalam, regenerasi sel dan peremajaan tubuh. DENGAN SYARAT: memperhatikan tata tertibnya, melakukannya secara teratur dan berkala.

Detoksifikasi ini merupakan puasa ringan, karena kita masih bisa makan dan minum walaupun hanya buah dan sayur. Buah-buahan boleh dimakan langsung ataupun dijus, asal tidak ada tambahan pemanis maupun susu. Buah-buahan mudah dicerna sehingga nutrisinya dapat lebih cepat diserap oleh tubuh. Nutrisi ini dapat memperlancar proses detoksifikasi sekaligus juga mempercepat proses perbaikan sel-sel yang rusak.

TIPS MELAKUKAN DETOKSIFIKASI

  • Carilah waktu yang tepat untuk melakukannya, sebaiknya dilakukan pada weekend atau hari libur agar pikiran dan tubuh bisa lebih santai.
  • Selama detoksifikasi, tubuh akan merasa agak lemas karena sebagian energi dipusatkan pada fungsi pembuangan (toksin). Hindari aktivitas yang menguras energi berlebihan.
  • Lakukan olahraga ringan di tengah udara bersih dan segar agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks, memperlancar peredaran darah & getah bening, misalnya: jalan kaki, streching dll.
  • Persiapkan buah-buahan satu hari sebelumnya. Buah segar, berserat, berair, manis karna matang di pohon adalah rujukan utama dalam program ini (contohnya apel, pepaya, nenas, mangga, melon, semangka dll)
  • Harus memperhatikan asupan air yang masuk ke dalam tubuh, karena dengan banyak minum akan memperlancar proses pembuangan dan menghindari dehidrasi.
  • Mengawali pagi hari dengan minum air hangat yang dicampur perasan jeruk nipis atau lemon, yang berkhasiat memperkuat jaringan hati dan mengencerkan mukosa (lendir) dalam saluran pencernaan. Walaupun rasanya asam, jeruk nipis bersifat basa, jadi sebenarnya tidak akan menyebabkan sakit perut.
  • Razia lemari makan. Kemasi makanan yang bisa menggoda dan mengganggu proses detoksifikasi.
  • Bersihkan tempat tinggal karena lingkungan yan bersih akan membuat pikiran dan tubuh lebih baik dan tenang.
  • Sebelum melakukan detoks, minimal 2-3 hari sebelumnya dianjurkan untuk mengurangi asupan makanan berlemak, makanan tinggi kalori, kafein, gula, garam, saus, bumbu ber-MSG, susu, telur, asupan suplemen serta meningkatkan asupan buah dan sayur.
  • Berjanji pada diri sendiri bahwa akan disiplin melakukan detoks. Yakinkan pada diri bahwa tubuh bagian dalam harus dibersihkan.
  • Selama detoksifikasi, manjakan diri dengan merawat tubuh. Bagi wanita bisa melakukan creambath, lulur, masker dan lain sebagainya.
  • Jangan memanjakan diri dengan terlalu banyak tidur atau bermalas-malasan karna akan menghambat sirkulasi darah dan getah bening, itu sama saja dengan menghambat proses detoksifikasi.
  • Lakukan hobi yang tak menguras tenaga, misalnya: membaca buku, browsing, menjahit, menulis, crafting dan lain sebagainya.
  • Siapkan alat yang dibutuhkan: Juicer.
  • Siapkan juga kebutuhan untuk perawatan kecantikan tubuh.
  • Jangan minum obat penahan rasa sakit, pusing, flu atau apapun untuk mengatasinya. Program detoks akan berantakan dan gagal total.

EFEK SAMPING DETOKSIFIKASI

  • Sakit kepala (gejala ini sering muncul pada pecandu obat, kopi dan rokok)
  • Mual
  • Kembung
  • Sembelit
  • Sering buang air besar (seperti diare tapi tidak lama)
  • Pilek, flu atau demam ringan.
  • Nyeri pada otot persendian
  • Gangguan kulit
  • Gangguan emosi (menggigil, gelisah, cemas, uring-uringan dan sulit fokus) akibat menurunnya tekanan gula darah dan sifatnya hanya sementara.
  • Kedinginan.
  • Perubahan warna air seni. Warna kuning tua menandakan bahwa tubuh mulai mengalami dehidrasi atau merupakan indikasi bahwa tubuh mulai mengeluarkan banyak toksin. Maka dari itu dianjurkan untuk banyak minum.
  • Nafas bau disertai timbulnya lapisan putih pada gigi dan lidah yang mengeluarkan bau tak sedap. Lapisan itu dapat hilang dengan dikerok atau disikat.

PROGRAM DETOKSIFIKASI

  • Sepanjang hari hanya mengkonsumsi buah-buahan segar, bisa potongan buah ataupun jus buah dan dikonsumsi 2 jam sekali. Misalnya: 1 piring buah atau hanya minum 1 gelas jus buah setiap kali minum. Buat variasi jus yang berbeda setiap kali minum agar jenis gizi yang diperoleh bisa lebih kaya.
  • Minum air putih sesering mungkin di antara jadwal konsumsi buah.
  • Jangan meneguk jus sekaligus dalam sekali tegukan, minum perlahan supaya jus tercampur baik dengan air liur supaya banyak enzim yang keluar.

Contoh menu detoks:

  • Bangun tidur: Air putih hangat + perasan jeruk nipis
  • Jam 06.00: Jus Jambu Biji
  • Jam 08.00: Potongan buah Pepaya
  • Jam 10.00: Jus Semangka
  • Jam.12.00: Jus Nenas + Pepaya
  • Jam 14.00: Potongan buah Melon
  • Jam 16.00: Buah jeruk dan potongan buah pepaya
  • Jam 18.00: Jus Nenas + Jeruk
  • Jam 20.00: Jus Semangka

DETOKS TIDAK DIANJURKAN BAGI:

  • Penderita kanker stadium lanjut
  • Penderita kurang gizi
  • Penderita lemah mental
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang berat badannya kurang
  • Penderita tukak lambung
  • Balita
  • Manula
  • Penderita diabetes kronis
  • Pra dan pasca operasi besar
  • Penderita lemah jantung
  • Penderita gagal ginjal
  • Penderita penyakit jantung
  • Penderita tuberkulosis
  • Orang yang tinggal di cuaca beku

Setelah pelaksanaan detoks selesai, mulailah dengan mengkonsumsi makan normal di luar protein hewani. Lakukanlah dengan tertib, dan usahakan untuk banyak mengkonsumsi sayuran segar aneka warna. Lanjutkan dengan food combining 🙂

HAPPY DETOKS!!!!

Keyla 🙂

Sumber Referensi:

  • Buku Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi (Andang Gunawan)
  • Fakta dan Mitos Kesehatan (Erikar Lebang)
Advertisements

2 thoughts on “DETOKSIFIKASI

  1. akhfauzan says:

    Inspiring…
    tp bukannya Shaum yg dicontohkan Rasul juga bagian dr detoksifikasi? gejalanua sama, dan khasiatnya sama, Bedanya shaum dpt ganjaran…
    *just shared

    • keyla says:

      iya, memang shaum yang dicontohkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah yang paling baik, lebih afdhal lagi jika bisa mengamalkan puasa daud.
      Shaum, jika dilaksanakan dengan baik, maka kesehatan lahir maupun batin insyaallah tercapai. Hanya aja, kebanyakan yang melakukan shaum itu mengawalinya dgn saur makanan berat, dan buka puasa dengan makanan berat, itu malah semakin memberi beban berat pd pencernaan, lepaslah tujuan awal dr puasa itu sendiri.
      Kalo detosifikasi yang saya post ini tujuannya memang dikhususkan membersihkan tubuh, terutama bagian dalam. Kalau shaum (seperti yang disyari’atkan) tapi saur dan berbukanya hanya dengan buah-buahan saja tidak cukup dan kurang baik untuk tubuh.
      terimakasih banyak sudah share… 🙂
      jazakallah khair

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s