Makna dan Hakikat Cinta

Buhul Cinta1aCinta

dalam bahasa Arab sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim mempunyai berbagai macam makna:

  • Cinta berarti kesucian, kebeningan dan kejernihan.
  • Cinta bermakna percikan dan riak, seperti tiak dan percikan air yang tampak ketika hujan deras turun. Begitu juga dengan cinta seseorang membuat hati beriak ketika teringat dengan sang kekasih.
  • Cinta bermakna teguh dan tidak berpindah sebagaimana teguhnya unta ketika ia duduk diperintah oleh majikannya, sekalipun banyak batu cadas yang melukainya, begitu pula dengan cinta ketika telah terbuhul kuat, maka ia takan mau berpindah ke tempat yang lain.
  • Cinta bermakna inti, isi dan biji yang dijadikan benih.
  • Cinta bermakna bejana besar dan berisi penuh yang tidak mungkin lgi dimuat oleh sesuatu yang lain, begitu pula dengan cinta ketika ia telah memenuhi hati, ia tidak dapat diisi dengan sesuatu yang lain.
  • Cinta juga bermakna tungku sebagai tempat pembakaran yang di atasnya diletakkan sesuatu, begitu juga dengan cinta, ia menerima beban yang dipikul atas nama cinta.

Ibnul Qayyim juga berkata,

“Sesorang tidak dicela dalam kasih sayang dan mabuk cintanya terhadap istrinya, kecuali kecintaan tersebut menyibukkan dirinya untuk mencinta yang lebih bermanfaat dari cinta kepada Allah dan rasul-Nya atau mempersempit kecintaan kepada Rasulullah. Karena semua kecintaan yang menyempitkan kecintaan terhadap Allah dan rasul-Nya, sekira dapat melemahkan, mengurangi kecintaan tersebut, maka ia tercela. Jika akan memperkokoh terhadap kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjadi sebab kekuatannya, maka ia akan terpuji.”

Ibnu Hazm berkata,

“Cinta, semoga Allah memuliakanmu, mulanya adalah gurauan dan akhirnya serius. Sulit membuat definisi yang benar tentang cinta dan memahami hakikatnya, kecuali setelah bersusah payah dalam mengetahuinya. Dan cinta bukanlah dari perkara yang terlarang dalam agama, karena hati di tangan Allah dan banyak yang telah jatuh cinta dari kalangan Khalifah dan Imam.”

Semua cinta di atas kecintaan kepada Allah itulah cinta hakiki, semua cinta yang mengantarkan seseorang kepada taat kepada Allah itulah cinta yang sebenarnya. Karena cinta adalah kesucian, pengorbanan, keteguhan dalam memegang janji dan keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah.

Cinta adalah akad dan perjanjian…
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan…
Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan…
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan…
akan cerah kehidupan…
akan menari hati…
dan akan bersih qalbu…
Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan…
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan…
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan…

Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya.

Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi…

Ketika cinta hampa dalam kehidupan, maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.

Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.

Ketika cinta telah sirna… tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekira lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

PS:

Buku “Buhul Cinta (Upaya Melestarikan Cinta Pasutri Hingga ke Surga)” merupakan buku pilihanku kali ini untuk menemani selama safar (Cirebon-Jakarta-Serang-Bandung-Cirebon) dari tanggal 21-24 April 2013.
Qadarullah, setiap perjalanan hujan pun turun, sehingga dinginnya AC serta pemandangan alam yang basah bisa membuat hati seketika itu bisa saja galau. Tapi untungnya rasa galau itu tidak berlangsung begitu lama, buku karya Ustadz Amen ini berhasil mengubah rasa galau menjadi sebuah ketentraman tersendiri dan juga hmmm well… sebut saja melankolis-romantis akan arti cinta yang lurus, halal dan yang seharusnya. This is one of the great books (on my list), tak pernah bosan membaca buku ini walaupun berkali-kali.

key la

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s