All About Twitter I: Alasan ber-twitter

Can’t believe it! I spent my last week thinking of twitter. Aku habiskan sebagian kegiatanku sambil memikirkan tentang manfaat, efek baik-buruk twitter untuk kehidupanku, tipe-tipe manusia di twitter, kenapa banyak manusia yang hobi berdebat di twitter, apakah aku sudah masuk kecanduan bertwitter dan lain sebagainya. It’s all about twitter.

Twitter memang merupakan salah satu media sosial yang sedang popular saat ini.Aku membuat akun twitter pada akhir 2009, pengguna twitter saat itu tidak sebanyak sekarang. Bahkan cuma ada 1 sahabatku yang mempunyai akun twitter dan waktu itu kami masih super jarang nge-twit, paling cepat 1 bulan sekali. Saat itu Facebook sedang berada dalam kejayaannya.

Tapi, seiring berjalannya waktu, orang-orang pun akhirnya beralih dari facebook ke twitter dengan berbagai alasan. Mungkin mirip dengan alasan kenapa meraka meninggalkan Friendster karena Facebook.

Fenomena ini mengingatkanku pada sebuah pepatah, Orang yang meninggalkan pasangannya demi kamu karena kamu lebih baik dari pasangannya. Besar kemungkinan akan meninggalkanmu ketika ia menemukan yang lebih baik darimu.”

See… banyak orang yang beralih dari Friendster karena Facebook lebih asik, simple, tidak alay dan berbagai alasan lainnya. Dan kini, orang-orang banyak yang meninggalkan facebook karena ada yang lebih baik dari facebook, yaitu twitter.

KESIMPULANNYA: Tak menutup kemungkinan bahwa suatu saat twitter akan ditinggalkan jika ada media sosial yang lebih baik darinya.

 

ALASAN AKU PINDAH DARI FACEBOOK KE TWITTER

Aku pribadi pindah dari Facebook ke Twitter dengan berbagai alasan yang sudah membuatku merasa tidak nyaman.

  • Ketika FB menjadi pasar kaget.

Tiba-tiba saja di FB sudah banyak yang berjualan, padahal aku hanya meng-add orang-orang yang kukenal. Dulu jika masuk FB, aku merasa seperti sedang reuni atau menghadiri walimahan. Tapi situasi itu berubah karena banyak akun temanku berubah menjadi akun FB untuk keperluan online shop. Tidak ada salahnya memang.

Hanya saja jika aku masuk beranda, aku merasa seperti masuk pasar. Iya, pasar. Saking banyaknya orang yang jualan.

  • Twitter lebih simpel daripada FB

Kalau akun yang kufollow ternyata mulai sering men-twit aneh dan ganggu, simple: unfollow. Tapi, unfollow teman bisa saja menimbulkan fitnah ya? Padahal unfollow bukan berarti bermusuhan. Sekadar contoh, ketika World Cup 2010, aku unfollow teman-teman supporter Jerman. Dengan alasan twit mereka ekstrim-ekstrim meledek tim Inggris dan Spanyol. Aku berjanji, setelah WC berakhir aku akan follow mereka lagi. Lol.

Oh ya, di twitter juga menyediakan tombol “mute”, kalau unfollow teman dianggap terlalu extrim, tapi aku ingatkan ya bahwa kau ga akan bisa baca twit temanmu yang memention akunmu. Nah!

  • FB dipenuhi dengan aku alay dan ababil.

I still don’t get it, kenapa di berandaku juga dipenuhi oleh akun-akun alay dan ababil padahal aku sama sekali tak merasa telah meng-add mereka. Well…jujur aku akui bahwa aku merasa terganggu dengan akun yang bernama: CeLeeaaChuayanxKamoewChelaluwBhobbykuw dan akun ababil sejenisnya. Membaca namanya saja bikin aku pusing, apalagi membaca statusnya.

Sebenarnya bisa saja sih aku remove akun yang membuatku tidak nyaman tersebut. Tapi aku berfikir, apakah jika aku remove bisa menimbulkan fitnah. Akhirnya kuputuskan lebih baik aku meninggalkan FB.

Ketika aku pindah ke twitter sahabat-sahabatku ternyata sudah menungguku di sana. Mulanyal aku hanya sekadar untuk say hi dengan sahabat-sahabatku, di pagi hari dan sore hari. Sekedar bertanya kabar, saling menyemangati, bertanya tentang hari yang sudah kami lalui.

 

TWITTER SEBAGAI TEMPAT LALU LINTAS INFORMASI YANG CEPAT.

Lama kelamaan aku merasa haus akan informasi dan ilmu pengetahuan lainnya. Memfollow teman dan keluarga saja tidak cukup, lantas akupun mem-follow banyak akun. Yeah, I used to be read newspaper every morning, every day. Tapi setelah aku menjadi anak gahol twitter, aku berhenti melakukan ritual membaca koran. Pertama, berhemat. Kedua, aku mendapatkan informasi dan berita sebagaimana yang kudapat dari koran yang kubaca setiap pagi, bahkan lebih dari itu.

Aku following banyak akun yang menurutku berguna dan bermanfaat. Cukup banyak yang aku follow sehingga arus twit lumayan cepat berganti di timelineku. Sebagai seseorang (yang saat itu) tak memiliki TV, twitter berfungsi amat baik sebagai newsteller bagiku. Lewat twitter, aku tak usah mencari berita, cukup memantau TimeLine lalu akupun mendapat berita. Inilah klasifikasi akun yang kufollow:

 Akun Dakwah atau akun teman semanhaj.

@radiorodja @salafiyunpad, @MuslimahOrId @rumaysho @IslamItuIndah_ @khazanah7 @syarifbaraja @yukosiswanto @kupinang @cerdasmuslimah @FirandaAndirja @MajalahSakinah @TwitUlama @InfoTaklim @MengenalSunnah @Salafeed @HusbandAdvice @IslamDiaries @RenunganAlquran @RadioAssunnah @KesehatanMuslim @ArnoudvDoorn

Dari akun-akun tersebut aku mendapatkan banyak hal bermanfaat, ilmuku bertambah, saling mengingatkan untuk kebaikan (misalnya: mengingatkan untuk membaca Al-Kahfi pada malah dan hari Jum’at dll), mendapat informasi kajian atau daurah., dan banyak lagi.

 

Akun Dokter, Bidan, Pakar Kesehatan, Alhi Gizi

@ID_AyahAsi @KesehatanMuslim @DrArdi @Rawfood @erikarlebang @IslamItuSehat @EdukasiGizi @TipsMenyusui @BlogDokter @ZaidulAkbar @DokterDeaz @DrBramIrfanda @andanggunawan @eathealthyNews @HealthyMuslim @BebasRokokID @PeduliMuslim

Tl @erikarlebang adalah akun favorit yang tak pernah ketinggalan kupantau setiap harinya. Seriously. Aku berusaha menjadi food combiner yang baik dan disiplin. Itulah awal mulanya aku kecanduan twitter.

 

Akun Twitter Keluarga, Sahabat & Teman.

 

Akun Penulis.

@firabasuki @RadityaDika @BenaKribo @amrazing @TrinityTraveler @ferdiriva @deelestari

Alasannya karena menurutku mereka inspiratif. Yup, penulis selalu saja memiliki ide untuk dibahas. Sering mendapatkan pengetahuan tentang menulis dari akun-akun tersebut. Bahkan mereka sering membahas tentang penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD dan meralat kosa kata bahasa Indonesia yang terlanjur telah salah kaprah di masyarakat.

 

:Koki

@jamieoliver @quinnfarah

Aku ingin tahu resep-resepnya, dan aku adalah salah satu fans Jamie Oliver sejak tahun 2007.

 

Tokoh. @SBYudhoyono

Warga Negara ndonesia yang baik dan benar, (mau tak mau) follow beliau.

 

Portal berita.

@detiknews @detiksport @CNN @metronews @kickandyshow @liputan6 @NASA

 

Akun Olahraga

@dennysantoso @LFC @TheKop @ThetotalLFC @LFC_ID @TheFA

Iya..iya…aku masih kepo sama kabar the Reds. Terus itu salahku?? Salah temen-temenku? #Abaikan lol

 

Akun Seleb

@sovienavita @NadyaHutagalung @nicsap @sherinamunaf

Menurutku isi twit mereka keren-keren

 

Akun yang membuat selera makan tinggi

@puyitakoyaki @sbuxIndonesia @coffeecombi @foodgasm @kulinerbandung @cirebonkuliner

Akun Belajar Bahasa

@zeniusenglish @Jermanaddict @LearnXDGerman @EnglishTips4u @BahasaJerman

 

Online Shop

@tokomuslim @berandabunda @sepatu_lokal @labiba_abaya @BagsAddict1

 

Akun Lokal

@IndonesiaBerkebun @JktBerkebun @BdgBerkebun @CirebonNews @CirebonCulture @CSBmall

 

TWITTER SEBAGAI TONG SAMPAH

Bukan hanya informasi atau berita pengetahuan umum yang bisa kudapat, informasi kegiatan sehari-hari orang yang kufollow pun bisa kuketahui. Dengan mem-follow banyak akun, TL-ku pun dipenuhi dengan berbagai informasi dan ekspresi.

What I dislike on TL?

  • Twit hujatan
  • Twit berkeluh kesah,
  • Twit yang menjelek-jelekan
  • Twit yang menyingkat salam, pengaggungan kepada Allah dan salam kepada Rasulullah (Bagian ini aku paling gak suka. Mereka bisa curhat panjang lebar di twitter, kenapa bisa pelit untuk memakai Subhanahu wa ta’ala (SWT), Shalallahu ‘alaihi wa salam (SAW) dan Assalamu’alaikum daripada sekadar ass. Saja yang bisa diartikan dengan hal yang tak senonoh).
  • Twit Porno
  • Twit yang nakutin
  • Twit yang sarkasme
  • Twit dengan perkataan buruk

Meskipun aku tak suka, tapi aku harus mengakui dan menyadari bahwa salah satu fungsi twitter adalah sebagai “tong sampah” masyarakat yang sedang marah, galau, labil, badmood dan sejenisnya. Hanya saja aku menyayangkan jika ada yang sampai marah-marah atau mengeluarkan perkataan buruk di twitter. Your tweet shows what you are. Setidaknya itu yang disimpulkan orang yang baru mengenalmu di twitter.

Ingatlah bahwa twit kita bisa dibaca siapa saja, kecuali jika dikunci. Tapi, twit kita masih bisa di RT wlau akun kita diprotect. Saran aja sih, kalau marah, badmood dan keinginan meluapkan di twitter begitu besar. Lebih baik mematikan gadget dan carilah kegiatan bermanfaat yang bisa mengalihkan kebetean.

INTINYA: Berbicara buruk di sosmed artinya mempermalukan diri sendiri. Get it?

 Bersambung……………….

Ps: jika ada yang kurang, tolong tambahkan di kotak komen, thank in advance 🙂

key la

Advertisements

2 thoughts on “All About Twitter I: Alasan ber-twitter

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s