All About Twitter IV : Etika di Twitterland

Di manapun dan dengan siapapun sudah selayaknya setiap individu menghormati individu lainnya, termasuk di Twitterland. Etika ber-twitter tidak berbeda dengan etika berbicara, karena pada dasarnya di twitter pun kita berkomunikasi dengan orang lain, etika bertwitter antara lain:

Jangan menjadikan twitter sebagai sarana pengundang masalah.

Maksudnya, jangan pernah menggunakan kata-kata kasar, kata-kata yang tidak sopan, kata-kata yang bisa menyinggung perasaan terlebih jika twit tersebut ditujukan untuk seseorang atau instasi tertentu. Pikir-pikir dulu jika ingin me-mention sebuah akun, apakah isinya pantas ataukah malah bisa terjadi salah paham? Asal muasal twitwar biasanya dari sini. Seperti yang pernah kusampaikan, siapa saja bisa meng-RT twit kita walau akun tersebut diprotect sekalipun. Sebenarnya, apa yang kita twit akan balik lagi ke kita. Jadi, twit lah yang baik-baik atau kalau gak bisa, lebih baik ga usah men-twit.

Hindari twit yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Prinsip “You are what You tweet” berlaku di twitter (hampir kebanyakan orang menilai sebuah akun dari isi twitnya, bukan dari bio-nya saja). Orang akan menganggap kita sarkasme jika kita sering meng-twit kata-kata kasar atau menyindir. Orang akan menganggap kita galau dan Ababil jika kita sering meng-RT twit @TheLoveStory @DamnIsTrue atau twit semacamnya. Itu sebagian contoh aja sih.

“Lha memangnya kenapa? Terserah dong mau meng-twit apa, twiter ku terserah aku!” *suara protes entah dari mana*

Iya sih, ada benarnya. Tapi zaman sekarang, untuk mendapatkan sebuah informasi bisa dengan cepat melalui internet, salah satunya lewat twitter. Dan twitter merupakan salah satu sarana untuk melihat seperti apa sih kepribadian seseorang. Bisa saja perusahaan tempat kita apply lamaran, atau malah ta’aruf-an kita mencari tahu tentang kita lewat twitter. (Ps: sengaja ditebalkan lho, hehe)

Follow akun yang bermanfaat dan berpengaruh baik untuk diri kita!

Saran: sebelum mem-follow suatu akun, cek bio dan twit-twitnya terlebih dahulu.

Jangan memulai perdebatan karena bisa memicu twitwar.

Hali ini biasanya berujung panas, provokasi dan malah keluar dari jalur. Yang tadinya membahas A jadi malah bahas Z. Yang tadinya bahas Objeknya saja, ujung-ujungnya yang dibahas jadi subjek. Fiuuhhh….

Sopan

Tentu saja! Kesopanan dijungjung tinggi ditwitter dan orang sopan disukai siapa saja.

Tidak mempublish informasi pribadi

Ini bisa saja disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan pernah menyantumkan Pin BB, nomor Hp/telpon, bahkan email (tidak berlaku untuk akun bisnis atau online shop dan sejenisnya). Di sinilah fungsinya DM, yaitu untuk bertukar informasi pribadi.

Pikirkan JUTAAN kali untuk meng-upload foto.

Sebegitu pentingkah untuk meng-upload foto di sosmed? Pikirkan lagi deh, manfaatnya apa? Kebanyakan foto wanita bisa mengundang fitnah, entah untuk menunjukan betapa cantiknya ia saat itu? betapa cocoknya pakaian yang sedang dipakai, dan lain sebagainya. Ini bukan komentar nyinyir pribadiku. Oh, c’mon… kalian kaum hawa enggak mau kan jika fotomu didownload laki-laki? dan kemudian potonya digunakan untuk hal yang bukan-bukan. Ewww…. Untuk kaum hawa, coba deh renungkan!

Hindari terlalu drama

menumpahkan kesedihan lewat tulisan bisa sedikit mengurangi beban. Tapi tempat menumpahkan tulisan itu bukanlah di twitter, curhat di buku diary atau blog lebih baik. Selain kesannya “too drama”, curhat di twitter juga bisa saja ganggu orang yang follow. Karena orang, mau gak mau (kepaksa) baca twit kesedihan tersebut.

Jangan jadi RT Abuser

RT abuser yang tidak pada tempatnya bisa menandakan bahwa kita belum mengerti benar tentang pandangan kita akan suatu hal dalam urusan public sharing. Salah satu contohnya tidak bisa membedakan antara RT (ReTweet) dan Reply To.

Follow back aka. follback aka.folbek

Ga usah minta followback jika hanya ingin menambah jumlah follower atau menjadi kepuasan sendiri jika ada yang follow. Boleh minta folback, supaya bisa kirim DM pada akun yang bersangkutan. Dan jika urusan DM itu telah selesai, terserah mau lanjut saling follow atau unfollow.

Mengomentari atau meng-RT link tanpa membaca terlebih dahulu

I just don’t get if with this one. Maksudku, itu bisa bikin kita kelihatan “apa sih lo?” kalau kita meng-twit atau bahkan mengomentari suatu link padahal kita belum baca isi link tersebut. Amazing! Banyak yang melakukannya, asal berkomentar tanpa baca isi link, akhir-akhirnya ternyata komentarnya ternyata enggak nyambung dengan isi artikel.

Jangan tersinggung jika kamu di-unfollow

 Unfollow is not a crime, jadi jangan merasa sedih kalau ada yang meng-unfollow. Kita bisa meng-unfollow twitter lain dengan berbagai alasan, begitu juga orang lain terhadap akun twitter kita. Itu bisa saja karena:

  • Isi twit yang kurag sreg.
  • Tidak terlalu kenal dengan pemilik akun.
  • Twitnya bikin fitnah hati (misalnya yang terjadi pada ikhwan-akhwat yang saling follow)
  • Twit yang sering membuat ‘panas’ atau envy.
  • Twitnya lumayan ganggu,
  • Dan alasan lainnya.

Intinya sih, kalau sudah merasa sendi karna diunfollow, mendingan intropeksi deh.

Ingat ya! Bahwa tak saling follow itu BUKAN berarti bermusuhan. Bisa jadi yang meng-unfollow itu hanya tidak suka pada isi twit-nya saja bukan pada orangnya. Lagipula, bisa saja yang meng-unfollow kita itu ternyata masih suka stalking TL kita, apalagi jika twitter kita engga diprotect. Ibaratnya sih, unfollow tapi masih kepo itu sama dengan ababil yang bilang kabur dari rumah tapi suka pulang ke rumah diem-diem buat makan (Sorry jika bahasannya jadi agak OOT)

PS:

Kurang lebih itulah hasil kesimpulan yang kudapat dari bertwitteran dengan gencar elama 1 tahun ini. Artikel yang kutulis ini bukan berarti bahwa aku telah mengerti dunia twitter dengan baik dan melaksanakan Twitter-ethic dengan baik dan benar. Semua yang kusampaikan merupakan hal-hal yang kutemukan selama aku bertwitter, dan semoga aku bisa melakukan hal-hal baik yang telah aku tulis ini.

Next post: Kecanduan Twitter :)))))

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s