Buku Jurnal, si Pelupa dan Mengatur Waktu

jurnal

My Lovely 2013 Journal Book

Bagi manusia yang mudah lupa dan sok sibuk sepertiku, buku jurnal adalah salah satu perlengkapan super penting. Seperti Green Arrow yang tak terpisahkan dengan panahnya. Begitupun aku dan buku Jurnal. Aku bisa kelimpungan tanpanya #lebay.

Buku jurnal, selain untuk menulis semacam diary kecil, juga amat berguna untuk membantuku dalam mengatur waktuku.

Karna waktu merupakan hal yang paling berharga dalam hidup. Namun kadang aku sendiri tak pernah menyadari hal tersebut. Kadang juga aku merasa bahwa 24 jam dalam sehari itu tak cukup.

Jika dari separuh hari itu aku dapat bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka harapan untuk tercapainya kehidupan yang lebih baik dan berkembang tinggal di depan mata. (Kira-kira seperti itu teorinya).

Bagiku, untuk membagi waktu kita dalam sehari yang paling penting adalah disiplin dan teratur. Selain itu supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari, jangan pernah menyepelekan hal kecil. (Ingat Key!!! Ingat!!!)

Inilah yang aku lakukan setiap hari bersama jurnalku:

  1. Biasanya aku mengawalinya dengan membuat agenda di jurnal, aku menulis semacam skenario apa saja yang harus kulakukan setiap hari. membuat agenda hal yang harus dilakukan setiap hari. Aku selalu membuat catatan kecil  di malam hari (sebelum tidur) yang berisikan rencana aktivitasku esok hari, selain rencana aku juga membahas dengan diri sendiri tentang pencapaian apa yang kulakukan hari ini.
  2. Esok paginya, begitu bangun/sebelum memulai kegiatan aku harus membuka jurnalku, membaca kembali apa saja yang sudah kutulis tadi malam. Jangan sampai ada hal yang terlewat.
  3. Kadang aku menyalinnya di organizer hp untuk memudahkan mobilitas dan menyetel dengan bunyi alarm untuk memberiku peringatan.
  4. Aku menulis setiap rencana kegiatan dengan warna yang kontras, selain itu aku juga harus memastikan agar tidak ada jadwal yang bentrok.
  5. Setiap jadwal yang kubuat harus kupatuhi, misalnya: aku membuat jadwal jogging pukul 16-17, maka aku harus mematuhinya. Jangan sekali-kali mencoba untuk mengacuhkan atau menggantinya, itu tidak baik karena akan menimbulkan kecanduan yang berdampak pada pelanggaran kedisiplinan diri. Ngapain juga capek-capek menyusun jadwal jika untuk diacuhkan? Jangan pernah mengacaukan jadwal dan janji karena tergiur oleh hal lain yang ternyata tidak lebih penting.
  6. Jadwalkan waktu beribadah, bekerja, hobby,  refreshing dan istirahat dengan benar. Konsisten dengan jadwal yang telah dibuat. Jika jadwal tidur paling telat pukul23.00, patuhilah. Pengalamanku, sekalinya begadang akan merusak kegiatan-kegiatan keesokan harinya dan untuk mengembalikannya pada ritme yang normal membutuhkan waktu yang tidak instan.
  7. Biasakan untuk hidup rapi dan tertata. Bukan hanya kegiatan yang terjadwal, dalam hal meletakkan barang pun harus bisa terorganisir dengan baik. Salah satu upayanya adalah selalu meletakkan barang yang telah kita gunakan ke tempatnya semula. Itu akan memudahkan untuk mencari barang tanpa menghabisakan waktu.
  8. Sebelum aku membuat agenda kegiatan esok hari, aku harus mengoreksi kegiatan yang telah kulakukan hari ini. Kalau dalam bahasa Arab disebut MUHASABAH. Kroscek apakah ada pelanggaran yang telah kulakukan? Kalau ada, tulis penyebabnya dan kalau bisa sekaligus jalan keluarnya. Lalu berjanjilah pada diri sendiri bahwa hal itu takan terulangi lagi.
  9. Jika ada pelanggaran, maka aku tidak boleh menyalahkan siapapun atas pelanggaran tersebut, karena jadwal dan pelanggaran merupakan tanggung jawabku seutuhnya. Kalau aku gagal detoks karena adikku membeli martabak keju, itu merupakan salahku yang tidak bisa menahan diri dari godaan. Bukan salah adikku yang membeli makanan kesukaannya. (Contoh aja sih)
  10. Kesembilan tadi adalah upayaku untuk mengatur kehidupanku, well…aku merupakan mahluk pelupa. Jadi aku harus sebisa mungkin melakukan sesuatu supaya si “pelupa” dalam diriku tidak dimanjakan.
Juni 2012

Bukan hanya struk pembayaran yang aku selipkan, seuatu yang kuanggap penting dan memorabel suka kuselipkan di buku jurnal: tiket, kupon, stiker, kartu undangan, sampe daun dan lain-lain 😀

isi jurnal

key la

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s