Pola hidup saat di Jerman

lauchriengen

Beberapa hal yang membuat pola hidupku berubah saat aku di Jerman:

  • Jenis makanan
  • Jam makan yang benar-benar rutin dan terjadwal.
  • Jenis, kwantitas dan kwanlitas olahraga.

Jenis Makanan

Jujur: selama di Jerman, porsi makanku selalu besar! Kuulangi: Selalu. -___-”
Lain daerah lain pula makanannya. Saat di Jerman, aku benar-benar tak melakukan Food Combining. Alasan utamaku karena aku gak bisa menolak  masakan Markus. Markus Wekerle merupakan gastfather-ku sekaligus koki di hotel dan restoran bintang tiga-nya, Schwanen im Schwarzwald. Masakannya SELALU enak. Gimana bisa aku menolak lasagna, spaghetti bolognese, maultaschen, sauerkraut dan aneka makanan enak lainnya (yang amat sangat tidak food combining).

kue aprikot

Kue Aprikot buatan Oma Maria adalah salah satu favoritku, selain Donawelle.


Aku makan kue-kue setiap hari. Oma Maria adalah sang master di dunia kue dan roti. Kuenya merupakan hal yang paling ditunggu setiap hari minggu saat Oma dan Opa berkunjung ke rumah kami untuk makan siang bersama.

Setiap hari oma selalu memberiku 1 batang coklat (Lindnt, Kinderschocko, Rittersport. Ferrero Rocher, Toffefee dan lainnya). Aku makan coklat setidaknya 3 gigitan dalam 1 hari. Jika aku tidak makan coklat, sebagai penggantinya aku makan puding vanila karamel buatan Schwanen. Aku bisa mendapatkannya di kulkas restoran sesukaku kapanpun. What a life :p

Jam makan yang benar-benar rutin dan terjadwal.

  • Sarapan (pukul 7-8 pagi)

Aku makan apapun yang aku mau saat sarapan, dan pilihannya adalah: yoghurt, musli, selai buah, pisang, sereal, susu, jus jeruk, jus apel, jus berry, kopi, teh, telur, berbagai roti, nuttella dan sosis.

breakfast

Sarapan? Atau Kalap? :))

  • Makan Siang (Mulai pukul 12:30-13:30)

Menu makan siang di Jerman merupakan menu favoritku. Orang Jerman biasanya makan makanan yang dimasak hanya saat makan siang. Porsinya pun lumayan banyak dan lengkap.

  1. Hidangan pembuka berupa salad. Aku biasanya menghabiskan sepiring penuh salad dan seringnya nambah dengan niat agar aku lekas kenyang dengan salad. Jangan dibayangkan bahwa piringnya seukuran piring yang dimiliki orang-orang di Indonesia, standar hadiah detergent itu. Ukuran piring orang Jerman adalah 2xlipatnya.
  2. Menu utama: Lasagna, kentang, maultashen, nasi goreng ala Schwanen, pasta, katsu, steak, mitternachsuppe, segala masakan berbagan utama kentang dan lain sebagainya. Biasanya aku nambah, kadang sampai 2 kali. Seriously! Menyeramkan jika aku pikir-pikir sekarang. Iya sekarang. Karena porsi makanku yang segambreng itu dianggap normal oleh orang Jerman. Lol. Kadang aku juga makan siang di rumah tetanggaku yang merupakan warga keturunan Turki. Di samping HALAL, makanan Turki juga enak-enak: favoritku adalah Yuvka, roti Pide dan Baklava.

    IMG2085A

    Aku lupa nama masakan Turki ini apa, yang jelas bahan utamanya dari daging kambing dan rasanya enak :9

  3. Desert: segelas (atau dua gelas) machiato, es krim, kue-kue atau puding.

  • Makan Malam (pukul 6:30-7:30.

4 smpai 5 hari dalam seminggu, kami makan malam di rumah Oma Maria. Seperti yang kubilang, orang Jerman memasak makanannya hanya untuk makan siang. Sarapan pagi dan makan malam merupakan menu yang tidak perlu masak. Orang Jerman menyebutnya dengan ‘makanan dingin’.

Menunya: Aneka roti, selai buah buatan oma maria, butter, ikan kalengan, zuchini kalengan, buah zaitun kalengan, sosis (yang dibeli di toko Turki supaya halal) dan keju. Aku sendiri seringnya memilih makan salad buatan oma Maria.

Jenis, kwantitas dan kwantitas olahraga.

Daaaannn…tentu saja untuk semua yang kumakan tersebut memerlukan pembalasan yang disebut dengan “OLAHRAGA”. Tanpa olahraga aku akan menjadi sebesar Hulk tentu saja. Pilihan olahraganya sendiri tentu saja disesuaikan dengan cuaca dan kondisi trek setiap musimnya:

  • hiking,
  • jogging,
  • jalan cepat,
  • berenang
  • dan bersepeda.

Hiking merupakan olahraga favoritku yang bisa kulakukan di semua musim, biasanya aku membagi menjadi 2 sesi: pagi dan sore 1 jam/sesi. Misalnya: pagi hari aku hiking menjelajah bukit Schwaningen, sore hari aku menjelajah Kalvarienberg.

kalvarienberg

Photo ini diambil dari Friedhofstrasse. Garis-garis yang ada pada gambar menandai jalur trek hiking dan jalan cepat yang biasa kugunakan.

Jalan Cepat.
Jika aku tidak sempat hiking, maka aku menggantinya dengan jalan cepat. Beda antara hiking dan jalan cepat adalah medannya. Hiking kulakukan di bukit, jalan cepat hanya di jalan-jalan Schwaningen. Meskipun desa, aku membutuhkan setidaknya 1 jam untuk menyusuri semua jalan yang ada. Kondisi rumah-rumah  khas pedesaan yang besar dengan halaman luas merupakan salah satu yang membuat Schwaningen menjadi desa kecil yang cukup luas meskipun penghuninya hanya 350jiwa.

schwaningen

jalan-jalan di Schwaningen

Jogging merupakan pilihan favoritku dan yang paling kutunggu-tunggu saat musim semi tiba. FYI: selama winter jalanan terlalu licin untuk berlari. Tempat yang kusukai untuk jogging adalah: Lettenweg dan Friedhofstrasse.
Friedhofstrasse dan Lettenweg adalah jalanan yang sepi dan aku benar-benar sendirian, sehingga akupun merasa nyaman dan tenang ketika berjogging. Biasanya berdurasi antara 30 menit sampai 1 jam.

von kalvarienberg

Ini merupakan photo kebalikan yang tadi. Aku mengambilnya dari Kalvarienberg, dari sini terlihat Schwaningen, Lettenweg dan tempat jogging favoritku, Friedhofstrasse

Bersepeda adalah olahraga pengganti jogging yang kulakukan pada musim semi dan musim panas. Beruntunglah aku karena tinggal di daerah perbatasan Swiss-Jerman, aku hanya cukup bersepeda sejauh 16km untuk bisa sampai di Swiss. Total PP adalah 32 km. Sebelah kanan kiri sepanjang jalan Schwaningen-Swiss adalah ladang, mengingatkanku pada Smallville season 1-4.

jalur schwaningen swiss

Smallville banget kan?

i love riding

Lauchriengen Spielplazt

Selain jalur Schwaningen-Swiss, aku suka bersepeda di Lauchringen dan Tiengen. Medan di Lauchringen dan Tingen tidak bergelombang seperti medan Schwaningen-Swiss. Lauchriengen dan Tiengen merupakan kota kecil yang paling dekat dengan Schwaningen.

Berenang adalah olahraga rutin yang kulakukan seminggu sekali. Aku selalu berenang di Hotel Schwarzwald Bonndorf. Tiket masuknya 5 euro, jika dikurskan saat itu sebanding dengan 75ribu rupiah. Aku merasa kolam renang hotel Schwarzwald adalah kolam renang pribadiku karena setiap berenang di sana selalu aku dan temanku, baik saat musim dingin dan apalagi musim panas. Kalaupun ada pengunjung selain kami, biasanya hanya nenek-nenek. Apa karena kolam renang di hotel itu indoor dan dengan air hangat, ya? But well…itu merupakan suatu keuntungan bagiku.

?????????????????????

Percaya atau tidak, banyak orang yang menyuruhku makan banyak. Saat di Jerman, porsi makanku cukup banyak dan untungnya porsi olahragaku sama banyaknya dengan porsi makanku: intinya? balance! 😀

Achievements:

  • Kesehatanku prima.
  • Postur tubuhku mengalami jaman keemasan :))
  • Semuanya terjadwal dengan baik dan teratur.
  • Molarku baru tumbuh dan well….rasanya “menakjubkan”

key la

Advertisements

2 thoughts on “Pola hidup saat di Jerman

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s