MENANTI MALAM 1000 BULAN: Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan tamak akan pahala melimpah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang giat beribadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Beliau seperti itu karena demi meraih malam yang mulia, lailatul qadar.

‘Aisyah menceritakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sanga bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.” Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu.

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Bahkan Imam Asy Syafi’i dalam pendapat yang dulu mengatakan,

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya’ dan shalat Shubuh di malam qadar, ia berarti telah dinilai menghidupkan malam tersebut.”

Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an. Namun amalam shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadist,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR . Bukhari)

ARTIKEL LAINNYA TENTANG LAILATUL QADAR:

Keutamaan Lailatul Qadar (Malam Penuh Kemuliaan)

Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Do’a di Malam Mulia, Lailatul Qadar

Tanda Lailatul Qadar

Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Sumber: Buku “Ringkasan PANDUAN RAMADHAN Bekal Meraih Berkah di Bulan Ramadhan”

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Advertisements

3 thoughts on “MENANTI MALAM 1000 BULAN: Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

  1. akhfauzan says:

    Interested, tentang wanita Haid boleh membaca dengan tidak memegang mushaf, kalo kasusnya seorang wanita yang membaca melalu TAB, ato HH Android gitu, ini masuk kedalam kategori memegang mushaf tidak? wong kita tau di HH kan hanya sebatas File, bisa open Aplikasinya, kalo udah selesai di Close dan tidak terlihat lagi, begitu pula dengan PC/ laptop.
    Trims

    • saya pernah bertanya kepada beberapa ustadz, dan jawabannya wanita haidh boleh membaca al qur’an melalui aplikasi al qur’an di tab/smartphone/pc/laptop. Wallahu’alam.

      syukran atas pertanyaannya. Jazakallah khair.

      • akhfauzan says:

        Oke, jadi bisa dikatakan software itu cuma bersifat Logical ya?–dalam bahasa pemrograman, bukan Phishical. Sekarang kalo misal Device kita tu isinya Ada Murottal, ada Qur’an digital juga. Ketika kita masuk Toilet/KM apakah musti dihindarkan masuk ke dua tempat tersebut yang nota bene kotor.

        Afwan, syukran atas jawabannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s