MENANTI MALAM 1000 BULAN: Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya kepada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Ad Dhohak pun menjawab, “Iya mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, ia akan mendapatkan bagian malam tersebut.”

Dari riwayat ini menunjukkan bahwa wanita haidah, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita tersebut lakukan ketika itu adalah:

  1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf
  2. Berdzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah) dan dzikir lainnya.
  3. Memperbanyak istighfar.
  4. Memperbanyak do’a. 

ARTIKEL LAINNYA TENTANG LAILATUL QADAR:

Keutamaan Lailatul Qadar (Malam Penuh Kemuliaan), Kapan Lailatul Qadar Terjadi?, Do’a di Malam Mulia, Lailatul Qadar, Tanda Lailatul QadaR dan Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Sumber: Buku “Ringkasan PANDUAN RAMADHAN Bekal Meraih Berkah di Bulan Ramadhan”

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Advertisements