Penulisan Nama Kunyah

Ada sebuah sunnah yaitu memberi nama kita dengan kunyah (yaitu nama yang didahului dengan kata abu atau ummu). Contoh: seorang namanya Sabiy Yattaqi kemudian anaknya bernama ‘Arnadas maka kunyahnya adalah Abu ‘Arnadas.

Bagaimana penempatannya, apakah nama kunyah dahulu lalu nama aseli?
 

  • Penulisan/penempatan yang tepat ialah dengan menyebutkan nama kunyah terlebih dahulu lalu disambung nama aseli, contoh: Abu Arnadas Sabiy Yattaqi, Abu Yahya Badrusalam, Abu Abdil Muhsin Firanda Ardija dan lain sebagainya.
  • Atau bisa juga yang dipakai cukup nama kunyah saja tanpa menulis nama asli, misal Abu ‘Arnadas Sabiy Yattaqi
  • Dan yang tak kalah penting, penempatan nama kunyah dan nama aseli jangan sampai tertukar. Misalnya: Sabiy Yattaqi Abu ‘Arnadas. Karna tidak sesuai dengan kaedah bahasa Arab. Malu kan kalau sampai ditertawakan orang Arab…. hehe

 

Artikel terkait:

  1. https://siebenundsiebzig.wordpress.com/2013/11/13/kunyah/
  2. http://www.salamdakwah.com/baca-artikel/nama-kunyah.html
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s