Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu Bag.I

Ketika aku merasa komitmenku pada jadwal harian mulai melonggar. Itu artinya aku harus kembali membaca buku “Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu” karya Dr. Muhammad Musa Syarif. Salah satu isinya mengingatkanku tentang pentingnya peranan jam tangan untuk manusia.

Saat awal-awal aku berada di Jerman, temanku  Kathrin Schneider bertanya dengan penuh keheranan sambil melihat kedua pergelangan tanganku, tanpa arloji.
“Hast du keine Armbanduhr, Keyla?” (Kamu tidak memiliki arloji, Keyla?)
“Meine ist kaputt gegangen,” (punyaku telah rusak) jawabku enteng.
“Du brauchst eine neue haben. Je schneller desto besser.” Sahut Kathrin super serius. (Kamu harus punya yang baru. Lebih cepat lebih baik.)
“Naechste Monat will ich eine kaufen, ich kann von meinem Handy die Zeit gucken.” (Bulan depan aku akan beli yang baru, sekarang aku masih bisa lihat jam dari ponselku)
Kathrin tersenyum “Klasse! Die Armbanduhr ist sehr wichtig.” (Cool! Jam tangan itu benar-benar penting).

Dan bukan hanya Kathrin, teman-temanku yang lain pun bereaksi demikian.
“Wie kannst du die Zeit wissen, wenn du die nicht traegst?” Tanya Vero (Bagaimana bisa tahu waktu kalau kamu tidak memakai jam tangan?)
“Simple!” Sahutku sambil mengeluarkan ponselku.
Vero mengeluarkan reaksi yang kurang setuju, reaksinya memperlihatkan bahwa melihat jam di HP bukanlah sesuatu yang normal di Deutschland. JLEB!

Bukan hanya teman-temanku saja yang seperti itu, Linus (5) dan Lina-Maria (8) pun bahkan bereaksi (agak) berlebihan mengetahui bahwa aku tidak punya jam tangan.

“Wieso???(Bagaimana bisa?) Tanya mereka hampir bersamaan.
“Meine Armbanduhr is kaputt gegangen, oke!” Aku memberikan penjelasan yang sama dan berharap mereka mengerti posisiku. (Jam tanganku rusak, oke!)
“Du arme, Keyla!” Sahut Linus prihatin. (Kasihan banget sih kamu, Keyla)
“Ich weiss, aber ich kann die Zeit beim mein Handy gucken.”  (Aku tau itu, tapi kan aku masih bisa lihat jam dari ponselku)
“Echt?” Lina-Mari mengernyitkan dahinya. “Nein, Keyla. Nein! Das macht mann nicht! Weisst du? Es nervt mann, wirklich!” Lina-Maria menjelaskan dengan nada dewasa. (Really? Jangan, Keyla. Jangan! Itu enggak normal. Tau gak sih? Itu bisa bikin orang jengkel.)
“Echt?”  Aku terbelalak (Beneran?)
Lina-Maria menggeleng-gelegkan kepalanya, matanya menatapku tak percaya. Well…that’s good! Aku dipandang remeh oleh anak kecil karena aku tak memakai jam tangan.
“Du kannst meine haben Keyla.” (Kamu bisa pakai punyaku, Keyla). Sahut linus sambil berlari ke kamarnya, tak lama kemudian ia menyerahkan jam tangan Wilden Kerle-nya padaku. Fyi, kala itu Wilde Kerle sedang dalam masa kejayaan. Linu memiliki segala macam artribut Wilden Kerle, tas, tempat makan, gelas, handuk, sticker, kaos, jaket, sepatu, jam tangan dan yang lainnya.
“Aber du liebst sie wirklich, ich weiss schon.” (Tapi, kamu kan amat suka jam tangan ini, aku tau banget). Aku menggeleng.
“Ich habe zwei, du kannst natuerlich sie haben bis du kriegst eine neue Armbanduhr.” (Aku punya dua, jadi kamu bisa pakai punyaku sampai kamu beli yang baru.)
Dan aku pun menerima tawaran Linus.

jam wilden kerle

Jam Tangan Linus

Dari cerita di atas, PESAN MORALnya adalah:

Di Jerman bukanlah termasuk hal yang wajar jika seseorang tidak memakai/mempunyai jam tangan. Kuperhatikan, semua orang yang ku kenal di Jerman memakai jam tangan. Jam tangan itu PENTING. Bukan hanya untuk orang dewasa, tapi untuk anak-anak sekalipun.

Linus atau Lina-Maria misalnya. Mereka tidak mempunyai alasan tidak tahu waktu sehingga orangtua mereka harus menelpon rumah teman yang sedang dikunjungi supaya mereka lekas pulang. Biasanya mereka menyetel alarm sebelum pergi main dan ketika alarm bunyi = mereka harus pulang.
Itu salah satu usaha untuk mengenalkan dan membiasakan pentingnya kedisiplinan waktu kepada anak-anak.

Jerman memang cukup terkenal dengan kedisiplinannya. Salah satunya adalah jadwal bis dan kereta yang selalu on time. Jadwal kereta bahkan bisa membuatku menjadi pelari cepat mendadak. Misalnya: aku turun di kereta A pukul 10:20 di gleis 1, dan harus naik kereta B pukul 10:23 di gleis 12.
It means, aku harus mencapai gleis 12 dalam waktu 3 menit. Kalau tidak? Aku akan ditinggalkan. Tidak ada kereta atau bus yang menunggu penumpang seperti (kebanyakan) kereta/bis di Indonesia.

Bukan hal yang umum juga bahwa orang Jerman bisa memaklumi keterlambatan berikut alasannya. Mereka sudah disetting tepat waktu. Bahkan ketika seseorang terlambat tiba di kelas atau kantor, dia tak bisa mengeluarkan alasan, “Maaf, terlambat naik bis, aku salah lihat jam.” EPIC FAIL

Kenyataan itu (sedikit) menamparku mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya muslim, dan sebagai muslim sudah seharusnya kita bisa disiplin dalam menjaga waktu. Karna Islam sesungguhnya  mengajarkan untuk shalat tepat waktu.

Di Indonesia seribu satu macam alasan (selalu) bisa dimaklumi, sehingga keterlambatan pun ikut-ikutan dimaklumi. Alasan klasik adalah: macet, kendaraan rusak, keperluan keluarga, tidak ada kendaraan, demo, banjir, masalah dalam perjalanan, tidak tahu waktu, agenda yang bentrok, ada tamu dadakan, bertemu orang lain dalam perjalanan dan lain sebagainya.

Jadi, apa hubungannya  buku “Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu”, ceritaku tentang jam tangan dan seribusatu macam alasan keterlambatan di Indonesia? Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya untuk berusaha menjadi muslim ideal yang tepat waktu. (Rata-rata) Orang Jerman (yang notamene non-Islam) amat sangat menghargai waktu, sampai-sampai memakai jam tangan bagi mereka adalah hal yang wajib. Memakai jam tangan memudahkan orang untuk selalu bisa melihat waktu dan tak ada alasan baginya untuk tidak mengetahui waktu.

Tulisan ini tentu saja sebagai Self-Reminder atau #NTMS tersendiri bagiku. Sebagai seorang muslim, tentunya aku tidak boleh kalah dalam hal ketepatan waktu, terutama dalam masalah shalat 5 waktu.

“Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu” karya DR. Muhammad Musa Syarif merupakan buku yang sangat bagus. Terdiri dari 88 halaman dan sangat berbobot. Ini merupakan buku yang bisa membuat #JLEB siapapun yang membacanya, menurutku….

InsyaAllah kubahas di postinganku yang lain.

buku waktu

Link DOWNLOAD MP3 Kajian Ustadz Abu Zubair “Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu”

Advertisements

2 thoughts on “Muslim Ideal Muslim Tepat Waktu Bag.I

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s