Fikih Wanita: “Mengatasi Cinta Buta”

buku fikih wanita1a

Aku pikir hari ini akan berjalan normal seperti biasanya. Ternyata pagi-pagi menemukan hal yang random dan membuatku membatin, “Aku harus mempublish ini di blog.”

Awalnya sih karena seorang teman membahas hukum seputar rambut yang membuatku langsung teringat pada  buku “FIKIH WANITA: Menjawab 1001 Problem Wanita”.

Ummm….well… yang tadinya aku mencari-cari hukum seputar rambut, jadi malah nyasar ke *dehem* pembahasan Wanita & Cinta Buta.

Lebih spesifik: “Cara Mengatasi Cinta Buta” halaman 151 *dehem*

Here it goes….

CARA MENGATASI CINTA BUTA

  • Berdoa. Merendahkan diri di hadapan Allah, tulus dan ikhlas dalam kembali kepada-Nya. Allah akan menyembuhkan dari penyakit (cinta buta) ini.
  • Menjauhi yang dicintai (dirindukannya). Hendaknya menjauhi yang dicintainya, tidak melihatnya, tidak mendengar ucapannya dan tidak melihat apa-apa yang dapat mengingatkan kepadanya.
  • Menikah. Walaupun dengan orang yang bukan dirindukannya. Karena di dalam pernikahan terkandung kecukupa dan kesenangan.
  • Menjaga amal-amal shalih dan banyak berdzikir. Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Al Ankabut: 45)
  • Berfikir dan selalu ingat. Yaitu mengingat kematian dan kedasyatan, mengingat alam kubur dan kegelapannya, serta senantiasa menghadap diri kepada Allah Ta’ala.
  • Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena di antara penyebab cinta buta itu adalah kekosongan. Bahkan ada yang mengatakan, “Cinta buta adalah kesibukan orang yang kosong (menganggur). Bila ia disibukkan dengan sesuatu yang menyibukkan hati selain tentang yang dirindukannya, maka ia telah mengendalikan cinta dan bisa melupakannya.”

 

Sumber:

Buku: “FIKIH WANITA: Menjawab 1001 Problem Wanita”.

Penyusun: Khalid al Husainan

Penerbit: Darul Haq, 321 halaman.

Buku ini berisi jawaban-jawaban ringkas, jelas dan aplikatif terhadap berbagai permasalahan yang sering dihadapi wanita. Misalnya:

  • Thararah
  • Haidh
  • Shalat
  • Puasa
  • Haji
  • Perhiasan dengan segala sisinya
  • Bedah plastik
  • Kehidupan keluarga
  • Kehidupan anak-anak
  • Dan lain-lain.

Semuanya dijawab ringkas oleh ulama-ulama yang telah diakui di dunia Islam sebagai rujukan kamum Muslimin dan teladan umat dalam kelurusan manhaj dan keshahihan.

“Bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (Al Anbiya: 7)

Advertisements

One thought on “Fikih Wanita: “Mengatasi Cinta Buta”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s