Derajat Sabar Yang Diposisikan Sebagai Bagian Keimanan

Iman memiliki dua bagian. Separuh sabar dan separuh syukur. Lebih dari satu orang dari generasi salaf berkata, ‘sabar adalah separuh iman.’

Abdullaah bin mas’ud radhiyallaahu anhu berkata “sabar adalah dua bagian, bagian sabar dan bagian syukur. Oleh sebab itu, Allaah ta’ala menyatukan sabar dan syukur dalam firman-Nya.”

 

“.. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” [Ibrahim: 5, Luqman: 31, Saba: 19, asy-Syuura: 33]

 

ADA BEBERAPA PENJELASAN MENGENAI PEMBAGIAN TERSEBUT:

Pertama, Iman itu mencakup perkataan, perbuatan, dan niat. Dan ini terbagi menjadi dua bagian, mengerjakan dan meninggalkan. Mengerjakan adalah melakukan ketaatan kepada Allaah. Itulah hakikat syukur. Meninggalkan ialah bersabar dari maksiat. Sedangkan dalam agama, maka ada dua hal. mengerjakaan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang.

 

Kedua, keimanan dibangun atas dua pilar, keyakinan dan kesabaran. Kedua pilar tersebut disebut dalam firman Allaah taala,

 “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar . Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” [as-Sajdah: 24]

 

Dengan keyakinan itulah, hakikat perintah, larangan, pahala, dan siksaan bisa diketahui. Dengan sabar, dilaksanakan apa yang diperintahkan dan dijauhi apa yang dilarang. Kemudian pembenaran bahwa perintah, larangan, pahala, dan hukuman adalah dari sisi Allaah ta’ala, tidak akan terjadi kecuali dengan keyakinan. Seseorang tidak mungkin mampu terus menerus mengerjakan hal hal yang diperintahkan, dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang kecuali dengan sabar. Maka sabar adalah separuh iman, dan separuh kedua adalah syukur dengan mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan apa yang dilarang.

 

Ketiga, iman adalah pekataan dan perbuatan. Perkataan adalah mencakup perkataan hati dan lisan dan perbuatan ialah mencakup perkataan lisan dan hati, dan perbuatan ialah mencakup perbuatan hati dan anggota badan. Penjelasan lebih lanjut, barangsiapa mengenal Allaah dengan hatinya dan tidak mengakuinya dengan lisannya maka ia tidak dikatakan orang beriman, seperti difirmankan Allaah ta’ala tentang kaum firaun,

 

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” [an-Naml: 14]

 

Atau yang difirmankan Allaah tentang kaum ‘Ad dan tsamud

 “Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,” [al-‘Ankabuut: 38]

 

Kemudian nabi musa berkata kepada fir’aun,

 “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa.” [al-Israa: 102]

 

Perkataan dengan hati telah terjadi kepada mereka, Kendati demikian, mereka tidak dikatakan sebagai orang orang beriman. Begitu juga orang yang lisannya mengatakan apa yang tidak ada dalam hatinya, ia juga tidak dinamakan orang yang beriman, hingga ia melakukan pekerjaan hati yaitu cinta, marah, setia, memusuhi, mencintai Allaah, memusuhi musuh-musuh-Nya, menyerahkan diri dengan hati hanya kepada Allaah saja, mengikuti kepada rasul-Nya, taat kepadanya, dan konsisten dengan syariat-Nya, secara lahir dan batin. keimanannya menjadi sempurna bila ia mengerjakan apa saja yang diperintahkan kepadanya.

 Sumber Materi @IslamDiaries

21 Safar 1435 / 24 Desember 2013 Saudaramu, Denny Abul ‘Izz.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s