What a Sweet and Romantic Moment

greenfiels

Senin, 17 Februari 2014

Hari ini aku bertemu Faiz di Assunnah, sepulang aku beli camilan di kedai BiNana. Aku bahkan masih bisa mengenali sosoknya dari belakang dan dari kejauhan walaupun sekarang ia lebih tinggi setidaknya 10cm.

“Faiz!” Aku memanggilnya ketika jarak kami tinggal setengah meter, ia menengok ke arahku lalu tersenyum. Aku langsung merangkul lelaki itu, selagi masih boleh kurangkul.

“Dear Faiz, still recognize me?” kedua tanganku masih merangkul erat bahunya.

“Miss Key”, teriaknya singkat, wajahnya sumringah. Itu adalah wajah yang selalu ditampakkan ketika bertemu dan bersamaku. “Kemana saja selama ini? Ngomong-ngomong, aku sudah mempunyai adik pelempuan lho.”

“Yang benarr???” kali ini aku yang setengah berteriak, kemudian menyadari bahwa cukup lama juga kami tidak pernah mengobrol serius sampai-sampai aku baru tahu kalau Faiz sudah memiliki adik. Kemana saja aku selama ini??? T.T

“Iya, adikku perempuan Miss.”

“Siapa namanya?”

“Keila” sahutnya.

“Seperti namaku?”

“No…no…no…no…” sahutnya sambil menggeleng-geleng kepala.

“Sini handphone!” Ia hendak mengambil handphone yang kupegang. MashaAllah….cerdas! Aku langsung mengerti maksudnya, akupun segera membuka aplikasi notepad.

“Mana ya hurufnya??” ia mencari sebuah huruf di qwerty-pad.

“Keila dengan huruf L miss, bukan L,” ia menjelaskan dengan lidah cadelnya. Aku pasti masih kebingungan jika tidak melihat layar handphoneku. Disana ia ketik: “R bukan L”

“Keira? Nama yang cantik.”

“Ya…Keila.” Ia mengulanginya dengan ejaan yang cadel.

“Jadi mulai sekarang, kamu harus bisa menyebut huruf R supaya tidak salah menyebut nama Keira.”

“Iya juga…” sahutnya ceria. “Sedang apa di sini, Miss?”

“Aku mau ke rumah bekam, tapi tempatnya belum buka. Kamu mau menemaniku sampai tempatnya dibuka? Atau kamu mau main dengan teman-teman?” aku memang memberikan option tapi aku benar-benar berharap bahwa Faiz bisa menemaniku.

Dia tersenyum, “Aku tidak sibuk, aku di sini aja, kita celita-celita”.

Aku pun tertawa lepas mendengar perkataannya barusan.

“Baiklah…kita duduk di sana sambil minum es susu,” aku menunjuk sebuah bangku di bawah pohon mangga yang jaraknya tak jauh dari kami.

Kami pun bergandengan tangan menuju bangku tersebut. “Ummm…kamu boleh minum es kan?”

“Iya,” ia mengangguk semangat.

“Kamu tidak sedang pilek kan?” aku memicingkan mata dan langsung otomatis melihat lubang hidungnya.

“Aku sehat kok.”

“Baiklah…. Ini untukmu dan ini untukku.” Aku bersyukur bahwa aku membeli lebih dari satu, dan tidak biasanya juga aku membeli es susu.

“Telimakasih, miss.” Kemudian ia duduk di sebelahku. Kami membuka masing-masing minuman kami, membaca basmallah lalu meminumnya.

“Sekarang waktunya cerita tentang Keira.” Sahutku padanya.

“Keila cantik dan masih kecil, aku sayang Keila… Bebelapa minggu lagi Keila akan di aqiqah. Miss bisa datang?”

Tanyanya sambil melirik padaku.

“InsyaAllah… Rumahmu masih di sana? Belum pindah kan?”

“Lumahku masih di sana kok, mobil kami saja sih yang sudah ganti. Bukan sedan lagi. Tapi *** warna bilu. Kalau miss mau ke lumahku, aku jemput pakai mobil baluku.” sahutnya ramah. Well…jika saja ia berusia 20 tahun lebih tua, pasti aku sedang menganggapnya sedang firting padaku. Faiz merupakan bakal calon tipe gentleman dan flamboyan. Lol…

“Boleh… Tapi sepertinya aku masih ingat jalan menuju rumahmu.” Sahutku percaya diri.

Faiz melirik dengan tatapan tak percaya kepadaku. “Miss wajib dijemput, miss tunggu aku di gelbang kompleks, jalan ke lumahku kan banyak beloknya. Memangnya Miss tidak takut telsesat lagi?” Sindirnya kocak. Aku memang selalu nyasar ketika beberapa kali ke rumahnya. Alih-alih memberi kejutan Faiz, aku malah merepotkan orangtuanya untuk menjemputku.

“Baiklah…” jawabku, kemudian tersenyum.

Kemudian kami berdua terdiam sambil menikmati es susu masing-masing. Tangan kiriku masih merangkul pundaknya, ia membiarkanku melakukannya tanpa merasa malu pada teman-temannya yang beberapa kali melihat ke arah kami yang duduk dengan kaki menggantung yang diayun-ayunkan, kadang-kadang kaki kami beradu. Ya Allah! Aku menyukai moment itu. Momen yang menurutku sangat manis dan romantis.

 Kemudian sebuah sepeda motor menghampiri kami. Ummu Ros dan Ummu Nisa menyapaku dengan sangat ceria…

“Ya Ampun!!! Sedang asik bersama berondongmu ya!!” Goda Ummu Ros padaku.

 “Okay Faiz, aku harus dibekam. Terimakasih sudah menemaniku ya. Sampaikan salamku untuk keluarga!”

Aku mencubit kedua pipinya sebelum ia menyalamiku.

“Dah!” Aku melambai padanya kemudian berbalik.

“Miss…” Ia memanggilku ketika aku sudah 3 langkah meninggalkannya.

“Ya, ada apa?”

“Hmmm…Miss jangan lupa jaga kesehatan ya!!”

Kalimat itu membuatku super terharu. MasyaAllah…

“InsyaAllah, Faiz” Aku tersenyum, ia mengetahui bahwa aku tersenyum dibalik cadarku karena ia langsung membalas senyumku. “Kamu juga ya sehat selalu. Terimakasih, Faiz. Assalamu’alaikum.’

“Wa’alaikumussalam”


That Day was so wonderful, I felt so happy. Mengetahui bahwa beberapa orang berharap dan mendoakan supaya aku baik-baik saja. Dan tentunya, aku berharap semoga mereka selalu baik-baik saja sekaligus berada dalam lindungan Allah Ta’ala selalu.

Untuk Faiz Naufal Dzaky. Alumnus TKIT Assunnah tahun 2013. Sekarang sudah kelas 1 SDIT Assunnah. Semoga suatu saat kau bisa membaca tulisan ini ya… Semoga kelak kamu menjadi pejuang sunnah yang shalih, cerdas dan tampan. Aamiin… Barakallahu fiik…

 

 *Mengetiknya dalam perjalanan pulang ke rumah, karna takut keburu lupa. Masalahnya hard disk kepalaku sudah cukup full. Hehe*

more about FAIZ: https://siebenundsiebzig.wordpress.com/2013/02/22/niqab-dan-aku/

Advertisements

4 thoughts on “What a Sweet and Romantic Moment

    • Aamiin… masih boleh… baik dan perhatian banget anaknya, masyaAllah…. aku sampe nulis tentang F.A.I.Z lohh… masih draft sih, di sebuah buku dan entah aku nulis di buku yang mana hoho…. nyuri hati banget emang, aku aja klepek-klepek haha….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s