I Love Sewing

i love sewing

Akhir-akhir ini aku cukup disibukkan dengan orderan abaya. Alhamdulillah… Abaya pesanan teman-teman adikku. Kalau begitu strategiku dengan membuatkan baju-baju untuk adikku itu bekerja dengan amat baik, masyaAllah….

Bagi aku-yang-sekarang, menjahit merupakan hobiku yang amat menyenangkan. Menjahit itu gampang gampang susah. Terlihat gampang, namun sebenarnya susah. Aku harus mempunyai rumus dalam mengukur ukuran badan, pola pada kertas, pola pada kain. Semua itu ada rumusnya. Dan yang pasti, logika dan imajinasiku harus ikut campur dalam keterampilan ini.

Dibilang sulit. Tidak juga sebenarnya. Karna jika telaten, teliti,  bersabar dan tak pernah menyerah segalanya akan berjalan dengan baik. InsyaAllah.

Sebenarnya ibuku pernah menyuruhku untuk mengikuti kursus menjahit ketika aku masih kelas 1 SMP. Saat itu, jadwal sekolahku siang, jadi paginya aku bisa mengikuti kursus. Untuk pikiran seorang anak SMP yang-sedang-berkembang dan ingin-menjadi-atlet-basket saat itu aku lebih memilih ikut latihan basket yang berpanas-panasan daripada kursus jahit yang lingkup pergaulannya hanya dengan wanita paruh baya (guru kursusku).

Hmm…kadang terbersit sebuah pikiran, well …boleh dibilang sebuah penyesalan terhadap pikiranku saat itu. Jika saja saat itu aku lebih memilih kursus jahit, mungkin aku sekarang sudah bisa menjahit sehebat ibu dan nenekku (yeah…mungkin saja kan). Tapi aku tak boleh berandai-andai dan tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Keinginanku untuk bisa menjahit muncul ketika aku berada di Jerman. Kawan baikku adalah seorang nenek berusia 80 tahun, ia bernama Oma Maria. Oma Maria memiliki banyak keterampilan wanita. Ia bisa menjahit, menyulam, merajut, memasak, membuat roti dan kue, membersihkan rumah, berkebun dan masih banyak lagi.

Ia bercerita bahwa ia tak pernah bekerja sebagai wanita karir, karna suaminya, Opa Werner, melarangnya bekerja. Opa ingin Oma mengurus dirinya, anak-anaknya, rumahnya dengan segala keterampilan yang ia miliki. Dan seharusnya memang demikian itulah karir wanita yang sebenarnya.

Meskipun usianya sudah tua, Oma Maria masih enerjik, terkadang menjahit tanpa memerlukan kaca mata, masih bisa menyetir untuk membeli groseri dan perlengkapan keterampilannya di pertokoan Stuehlingen (kota kecil paling dekat). Hampir setiap hari aku berkunjung ke rumahnya. Aku lebih memilih bersamanya ketimbang menghabiskan waktu dengan teman-teman sebaya denganku. Selain untuk mengasah keterampilan bahasa Jerman, aku berniat menimba banyak ilmu keterampilan wanita darinya. Dari situlah aku bercita-cita jika aku pulang ke Indonesia, aku akan mengikuti kursus jahit, memasak atau membuat kue. Ilham memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja, right? lol

Tahun lalu akhirnya mengikuti kursus jahit yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, kurang dari 2km jaraknya. Aku semakin bertekad bulat untuk bisa membuat gamis dan jilbab syar’i. Aku ingin bisa membuatkan baju untukku juga untuk orang lain, khususnya untuk keluargaku. Rasanya bakalan seru deh kalau aku bisa menghadiahkan sesuatu yang dibuat oleh tanganku sendiri.

Memiliki sebuah butik syar’i merupakan harapan besarku, semoga suatu saat harapanku itu bisa terapai. Aamiin…

Alhamdulillah, mulai banyak yang pesan atau mengedit pakaiannya dengan jasaku. Tapi aku hanya menerima pesanan yang tidak melanggar, contohnya: aku tidak menerima orderan rok mini, ya boleh saja sih kalau rok mininya akan dipakai hanya di rumah untuk suami.
It means, aku harus berhati-hati untuk saling mendukung pada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Oleh karena itu, aku selalu menekankan pada calon pelangganku bahwa aku hanya menjahit pakaian syar’i dan pakaian anak-anak.

Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambanya.
Alhamdulillah…
Aku amat sangat menikmatinya.

  • Aku menikmati berada di pasar kain walaupun harus kebingungan memilih aneka bahan kain, kebingungan menyesuaikan antara budget dompet dan godaan.
  • Toko perlengkapan menjahit adalah toko favoritku.
  • Setiap melihat baju yang menarik, pasti deh aku otomatis berfikir keras “bagaimana cara jahitnya”.
  • Aku yang dulunya hobi menggambar manga, sekarang memenuhi sketchbook dengan gambar baju yang ingin kubuat.
  • Aku merasa puas dan nyaman memakai baju buatan sendiri, alhamdulillah.
  • Menjahit itu nyaman, karena dikerjakan di rumah. Bisa sambil multitasking sebenarnya kalau pikiran sinkron.

You know what…
just be yourself and be better you 🙂

*gak tahu deh nyambungnya gimana antara quote dan ceritaku di atas heehe….*

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s