Cara Membersihkan Najis

MENYUCIKAN BAJU YANG TERKENA DARAH HAID

Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Seorang wanita datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Baju salah seorang di antara kami terkena darah haid. Apakah yang harus dia lakukan?’

Beliau bersabda:  “Keriklah, kucek dengan air, lalu guyurlah. Kemudian shalatlah dengan (baju) itu.” Jika setelah itu masih ada bekasnya, maka tidak masalah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Khaulah binti Yasar berkata, “Wahai Rasulullah, saya hanya mempunyai satu baju. Saya memakainya ketika haidh.” Beliau bersabda, “Jika engkau telah suci, cucilah tempat yang terkena darah itu, lalu shalatlah dengannya.” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, jika bekasnya tidak hilang?” Beliau bersabda:

“Air telah mencukupimu dan bekasnya tidak masalah bagimu.” ( Shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 351)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/26 no. 361), dan al-Baihaqi (II/408).)

 

MENYUCIKAN BAGIAN BAWAH PAKAIAN WANITA

Dari Ummu Walad (budak wanita yang melahirkan anak majikannya) milik Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Dia berkata kepada Ummu Salamah, isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya adalah wanita yang berpakaian panjang dan saya berjalan di tempat kotor.”

Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Ujung pakaian yang terkena kotoran tadi) disucikan oleh (tanah) yang berikutnya.”

[Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 430)], Muwaththa’ al-Imam Malik (XXVII/44), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/44 no. 379), Sunan at-Tirmidzi (I/95 no. 143), dan Sunan Ibni Majah (I/177 no. 531). ]

 

MENYUCIKAN PAKAIAN YANG TERKENA KENCING BAYI LAKI-LAKI YANG MASIH MENYUSU

Dari Abu as-Samh, pembantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Air kencing bayi perempuan dicuci. Sedangkan air kencing bayi laki-laki diperciki.”

[Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 293)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/36 no. 372), Sunan an-Nasa-i (I/158)]

 

MENYUCIKAN PAKAIAN YANG TERKENA MADZI

Dari Sahl bin Hunaif, dia berkata, “Aku mengalami kesulitan karena madzi. Aku sering mandi karenanya. Kuadukan masalahku ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Cukuplah bagimu wudhu.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan yang mengenai pakaian saya?”

Beliau bersabda: “Cukup ambil segenggam air lalu guyurkan (percikkan) pada pakaianmu yang terkena olehnya.

(Hasan: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 409)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (I/358 no. 207), Sunan at-Tirmidzi (I/76 no. 115), Sunan Ibni Majah (I/169 no. 506).)

 

Oleh: Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Materi @IslamDiaries

Kunjungi: islamdiaries.net dan islamdiaries.tumblr.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s