Batasan Aurat Wanita Di Depan Wanita Lain.

Banyak dari kalangan wanita yang cuek dan tak peduli akan ‘Batasan aurat wanita di depan wanita lain’. Pikirnya…ya sudahlah, sama-sama wanita ini.. jadi ya cuek saja deh..

Padahal seorang wanita yang wajib ditutupi di depan kaum wanita lainnya, SAMA DENGAN aurat lelaki di depan kaum lelaki lainnya, Yaitu daerah antara pusar hingga lutut. [Lihat al-Mughni (VI/562)].

Ibnul Jauzi berkata dalam kitabnya Ahkaamun Nisaa’ (hal. 76),

“Wanita-wanita jahil (yang tidak mengerti) pada umumnya tidak merasa sungkan untuk membuka aurat atau sebagiannya, padahal di hadapannya ada ibunya atau saudara perempuannya atau putrinya, dan ia (wanita itu) berkata, “Mereka adalah kerabat (keluarga).’ Maka hendaklah wanita itu mengetahui bahwa jika ia telah mencapai usia tujuh tahun (tamyiz), karena itu, ibunya, saudarinya, ataupun putri saudarinya tidak boleh melihat auratnya.

 

Nabi shallallahu “alaihi wa sallam pernah bersabda, “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kain.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidak boleh seseorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lainnya” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 338), Abu Dawud (no. 3392 dan 4018), Tirmidzi (no. 2793), Ahmad (no. 11207) & Ibnu Majah (no. 661)]

 

Makna “uryah ( عـرية) (aurat) pada hadits di atas adalah tidak memakai pakaian (telanjang). [Lihat Panduan Lengkap Nikah (hal. 100)]

 

Adapun mengenai batasan aurat seorang wanita muslimah di depan wanita kafir, maka sebagian ulama berpendapat bahwa seorang wanita muslimah tidak boleh menampakkan perhiasannya kepada selain muslimah.  Karena lafazh أو نسآئهن yang tercantum dalam surat an-Nuur ayat 31 adalah dimaksudkan kepada wanita-wanita muslimah.

Oleh karena itu, wanita-wanita dari kaum kuffar tidak termasuk ke dalam ayat tersebut, sehingga wanita muslimah tetap WAJIB untuk berhijab dari mereka. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (III/284), Tafsir al-Qurthubi (no. 4625), Fat-hul Qaadir (IV/22) dan Jilbab Wanita Muslimah (hal. 118-119)]

 

Ada juga ulama yg berpendapat bahwa lafazh “أو نسآئهن bermakna wanita secara umum, baik seorang muslimah ataupun seorang wanita kafir.

Dan kewajiban berhijab hanyalah diperuntukkan bagi kaum lelaki yang bukan mahram, sehingga tidak ada alasan untuk menetapkan kewajiban hijab di antara wanita muslimah dan wanita kafir. [Lihat Jaami’ Ahkaamin Nisaa’ (IV/498), Durus wa Fataawaa al-Haram al-Makki (III/264) dan Fataawaa al-Mar’ah (I/73)]

 

Namun, pendapat yang paling mendekati KEBENARAN dan KESELAMATAN -insya Allah- adalah pendapat pertama, yaitu:

“Seorang wanita muslimah tidak boleh menampakkan perhiasannya kepada selain muslimah. Wanita muslimah tetap wajib untuk berhijab di depan wanita kafir.” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (III/284), Tafsir al-Qurthubi (no. 4625), Fat-hul Qaadir (IV/22) dan Jilbab Wanita Muslimah (hal. 118-119)]

 

Demikianlah, Seorang wanita muslimah harus senantiasa memperhatikan hal-hal yang dapat menjerumuskannya ke dalam lembah kemaksiatan. Dia diharuskan untuk menjaga dirinya dari fitnah yang dilancarkan setan dari berbagai penjuru.

Untuk itu, rasa malu lebih wajib untuk dimiliki oleh kaum wanita. Dengan rasa malunya seorang wanita muslimah dapat menjadi uswah (teladan) bagi saudarinya yang lain dalam berakhlaqul karimah.

Semoga bermanfa’at.

 

Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits.

Dari artikel @MuslimahOrId

Materi @IslamDiaries

kunjungi: islamdiaries.net dan islamdiaries.tumblr.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s