Pesan Moral Dalam Memasak

spices-300x300

Awalnya kupikir memasak Nasi Bakar itu cukup sulit dan rumit, tapi setelah kujalani ternyata tidak sesulit yang ku kira, bahkan tergolong cukup mudah.

Mungkin itulah yang terjadi pada kebanyakan manusia: Terlalu sering menerka sesuatu itu sulit tanpa menjalaninya terlebih dahulu. Padahal kegagalan merupakan hal yang wajar dalam sebuah usaha. Melalui kegagalan, harusnya kita bisa mencari tahu apa saja penyebabnya. Sehingga ketika kita berusaha lagi, kita akan menghindari penyebab kegagalan dan memperbaiki perjuangan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dengan kata lain, kita tidak akan kembali jatuh di lubang yang sama.

Sebenarnya banyak quote yang kupikirkan sambil memasak. Lupa-lupa ingat sih… Yang jelas, sebelum mencoba dan bereksperimen aku tidak pernah tahu bahwa:

  • rasa jus wortel lebih manis jika kulitnya dikupas, dan akan terasa agak pahit jika kulitnya tidak dikupas.
  • warna cabe merah akan lebih merah jika diulek dengan gula pasir daripada diulek dengan garam.
  • rasa sambal dan bumbu yang diulek lebih enak daripada bumbu yang digiling dengan blender.
  • rasa sayur bayam akan lebih asin jika dalam keadaan dingin.
  • kemiri lebih baik disanggrai sebelum diolah menjadi bumbu supaya menghindari rasa kemiri-mentah saat ditumis.
  • memasukan air ke dalam bumbu mengandung kemiri itu harus sedikit-demi-sedikit supaya bumbu tidak menggumpal.
  • mengulek bumbu satu persatu itu lebih lembut dan lebih mudah daripada mengulek semua bumbu sekaligus.
  • kepekatan bumbu pecel bisa bergantung pada dikupas atau tidaknya kulit ari pada kacang tanah.
  • menggoreng kacang tanah itu hanya sampai warnanya agak kekuningan, tidak sampai coklat karena lama kelamaan panas yang masih terkandung di kacang akan lebih membuat kacang matang.
  • menahan air di mulut ketika mengiris bawang merupakan salah satu upaya menghindari mata perih dan menangis.
  • dan lain sebagainya….

Kesimpulan lainnya yang dapat kuambil adalah “Manusia yang pernah gagal, berarti manusia yang pernah berjuang. Beda halnya dengan menyesal-yang-tak-berjuang.”

Itulah sekelumit kisah(memasak)ku….

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s