TIDAK SEMUA ORANG LAYAK DIJADIKAN TEMAN KARIB

Seorang ahli hikmah berkata: “Teman itu ada tiga: Teman seperti gizi yang setiap saat engkau butuhkan. Teman seperti obat yang kadang-kadang engkau butuhkan. Teman seperti penyakit yang selamanya tidak akan pernah engkau butuhkan.”

Oleh karena itu, waspadalah terhadap teman yang tidak baik dan siapa saja yang sama sekali tidak dapat memberikan manfaat bagimu. Baik dalam urusan agamamu, tidak pernah mengingatkanmu, dan juga tidak menasihatimu. Teman itu layaknya cermin, jika engkau ingin mengetahui dirimu, lihatlah dengan siapa engkau berteman.

“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, no. 239; Abu Dawud, no.4918 [Ash-Shahihah, no. 926])

Memilih teman bukanlah perkara remeh, Islam memerintahkan kita untuk memilih siapa yang menjadi teman kita.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yg dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At- Tirmidzi & Ahmad).

Ketahuilah bahwa tidak semua orang layak dijadikan teman karib. Karena itu, orang yang dijadikan teman karib harus memiliki sifat-sifat yang memang menunjang persahabatan. Seperti apa itu?

1. BERAKIDAH LURUS. Ini menjadi syarat mutlak memilih teman karib. Cobalah lihat buruknya pengaruh orang-orang yang ada di sekitar kita.

2. ORANG YANG BERAKAL. Yang dimaksud “orang berakal” dalam konteks ini adalah orang yang mengetahui segala urusan sesuatu sesuai dengan proporsinya. Manfaat bisa diambil dari dirinya atau dari pemahaman yang diberikannya. Karena akal/kepandaian merupakan modal yang utama.

3. BAIK AKHLAKNYA. Ini merupakan keharusan sebab berapa banyak orang berakal yang dirinya lebih banyak dikuasai amarah dan nafsu.

4. BUKAN ORANG FASIK. Orang fasik tidak pernah merasa takut kepada Allah. Orang yang tak takut kepada Allah tentu sulit dipercaya.

5. TAAT BERIBADAH DAN MENJAUHU PERBUATAN MAKSIAT. Allah Ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoannya.” (QS. Al-Kahfi : 28)

6. BANYAK ILMU ATAU DAPAT BERBAGI ILMU DENGANNYA. Berteman dekat dengan orang yang punya dan mengamalkan ilmu agama akan memberi pengaruh positif yang besar pada diri seseorang.

Itulah sebagian sifat-sifat teman karib yang harus kita perhatikan. Jangan sampai diri kita salah memilih sehingga kita menyesal di dunia atau pun di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman: “Teman -teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf : 67)

Semoga manfa’at. Penulis: Ike Purnama Dewi Yuli (Ummu Hanif Al-Fatih) Murojaah: Ustadz Abu Hatim Sigit via@ MuslimahOrId.

Rujukan: Mukhtashar Minhajul Qashidin (edisi terjemahan), karya Syaikh Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah Al- Maqdisi.

chirpstory.com/li/196721

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s