Another Farewell

1. San-san

“Kita jalan dulu yuk, kamu mau apa? AW rootbeer? Ah tidak-tidak… Kita borong roti keju kesukaan kamu yuk. Aku traktir.” Senin sore itu aku mengajak San-san secara spontan, dia menyetujui rencanaku.

Kenyataannya: San-san yang membayar roti-roti itu. Kami membeli 4 jenis roti keju, saling berbagi cubitan coti dan menghabiskan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Yang ini enak, coba deh.”

“Eh, ini lebih enak.”

“Favoritku yang kedua.”

“Aku lebih suka yang pertama.”

“Tapi semuanya enak juga sih.”

“Kalau beli lagi, nanti aku mau roti yang kedua tadi deh.”

“Aku sih yang pertama.”

“Oke”

Dan besoknya, kami berbagi kue Talam. Kue tradisional favoritku, San-san dan Ayah. Alhamdulillah…

Bagian yang selalu membuatku terharu ketika aku berpamitan padanya untuk waktu yang tidak sebentar: San-san selalu memelukku kencang sambil mendoakanku. Aku akan selalu mengingat wajah itu. InsyaAllah….

farewelll03farewelll02

2. Frau Licht

Aku menginap di rumahnya, besoknya kami jalan pagi dan belanja di pasar. Aku bilang padanya, “aku gak tau kapan lagi kita bisa jalan pagi dan ke pasar bareng seperti ini.” Frau Licht hanya tersenyum. Well… 3 tahun lalu aku mengatakan hal yang sama.

“Bulan depan rencananya aku pergi ke kota barumu, insyaAllah kita bertemu lagi di sana.” Katanya kemudian, aku terhibur.

“Sarapan gado-gado ayam yuk, ada yang baru berjualan di dekat jalan. Enak. Pasti kamu suka.” Lalu Frau Licht membeli 2 porsi gado-gado untuk kami, ia sempat heran karena aku tidak seperti biasanya bilang, “aku kan food combining…”

Setelah sarapan, Frau Licht mengajakku ikut bersamanya ke TKIT-A. Aku juga sudah berniat begitu sebelumnya, hendak pamitan dengan rekan-rekan guru. Guess what? Aku malah ditodong mengajar oleh temanku.

It was so fun….

farewelll04

farewelll08

3. Bi Keni

Ah ya, di TKI-A ada 1 orang spesial lagi untukku, namanya B Keni dan ia bekerja di bagian cleaning service dari sejak aku masih mengajar di sana. Bi Keni merupakan seseorang yang amat ceria, super ceria. Ia selalu menanyakan kabarku sedikitnya 2x sehari. Selalu bertanya apakah aku mau dibawakan air ke ruanganku padahal ia tahu bahwa persediaan minumku 2 tumblr besar.

“Bi Keni, aku mau pindah…” pamitku dan kujelaskan ke mana aku pindah.

“Wah, ibu kenapa pindah? Ibu enggak mau lagi ketemu sama Bibi?” Ujarnya sedih, aku tau sekali raut wajahnya, raut kesedihan yang seperti 2 tahun lalu. Bi Keni merupakan orang yang mempunyai raut wajah sangat jujur, jika happy selalu terlihat ceria. Jika sedih, terlihat jelas kemurungannya dan bahkan ia bisa langsung terisak jika ditanya.

“InsyaAllah kita bertemu lagi ya Bi. Makanya, kita harus saling mendoakan.” Kataku menahan haru.

“Bibi selalu mendoakan ibu kok…semoga selalu sehat, rejeki lancar dan semoga disegerakan bertemu jodoh supaya bibi cepet nerima undangan dari Ibu tahun ini. Aamiin”

Kami pun berpelukan, :’)

Semoga di pertemuan kami berikutnya BiKeni berhenti memanggilku “Ibu” dan diganti dengan “Neng” saja. Aku bukan atasannya lagi, dan usiaku seusia anaknya.

 4. Menikmati C-Town

Naik becak di sepanjang jalan Siliwangi menuju pasar Kanoman merupakan pengalaman indah tersendiri bagiku minggu ini. Dalam perjalanan ke sana, aku melewati sebuah toko jeans yang cukup dikenal karna toko itu selalu memasang musik sangat kencang, saking kencangnya bisa jelas terdengar dalam radius 50 meter. Anehnya, toko itu selalu sepi. Suatu hari aku mencari polo shirt di sana, dan pelanggan yang ada di situ hanya aku. Entahlah, aku heran dengan toko yang selalu sepi tersebut namun masih bertahan lebih 10 tahun.

farewell6

farewelll07Destination utamaku hari itu tentu saja bukan toko jeans-semoga-bertahan tersebut, tapi pasar Kanoman untuk membeli kain. Biasanya aku menggunakan kain woolpeach atau torino. Kali ini aku memilih Jetblack, kurasa aku jatuh cinta pada kain itu: hitam pekat, menyejukan, ringan dan lembut.

farewelll01

 5. Marimar

Ketika aku tiba di rumah sore harinya, aku menemukan seloyang puding kentang-susu di dalam kulkas. Marimar made it. Pudingnya sooo creamy, aku bahkan sempat membayangkan bahwa itu bukan puding kentang-susu melainkan puding keju.

Hmmm…dan aku meminta Marimar tambahan waktu untuk berada di rumah at least sampai hari kepergianku, ia menyetujuinya.

We’re having so good and quality time this week: kami makan apapun yang enak, berbagi cerita (tentang hati, rencana kami masing-masing ke depannya, apapun), terperangah bersama atas poto-poto Sabiy yang dikirim Ummu Sabiy, pergi belanja bareng, ia memintaku masukan untuk beberapa design posternya, tertawa bersama karna sesuatu yang simpel dan masih banyak lagi. Indeed, kami melakukannya dengan baik selama seminggu ini tanpa dihiasi bad mood. Dan satu lagi, Marimar membuat perkedel jagung yang super enak pada hari Jumat pagi, sekarang ia tengah berjuang di dapur membuat puding kentang-strawberry-susu versi ke-2. We’ll see, I would love it 🙂

farewelll10

Satu yang menjadi fokusku: Marimar sudah dewasa sekarang, dan sudah bisa diajak berbagi tentang persoalan orang dewasa. Lol… Sekarang ia memasuki level bisa-berfikir-lebih-bijak. Itu membuatku leluasa untuk curhat yang sama seperti halnya aku kepada Marisol aka. Ummu Sabiy. Hiks…it would be great when Ummu Sabiy and Sabiy were here…..

6. Sewing Maschine

Yes…karna tidak tahu kapan lagi bisa bertemu dengan mesin lagi, aku menjadi hmmm…well…sebut saja kalap. Saking kalapnya dalam sehari aku berhasil menjahit 4 baju: 1 overall coklat Marimar, 1 abaya hitam untukku dan 2 kemeja Sabiy. Guess what? Malam harinya badanku pegel-pegel seperti baru pulang dari gunung (aku pernah naik gunung, jadi tau rasanya hihi…)

Meskipun sepat fegal-fegal, esoknya aku masih menjahit dress untuk Kana serta memperbaiki beberapa baju yang rusak. Sewing is always fun actually, walaupun alasannya lebih ke “Oh my God, aku gak tahu kapan lagi ketemu mesin jahit.”

Beberapa jam setelah upload photo baju-baju jahitanku ke IG, ternyata ada yang berniat order untuk seragaman sekeluarga. Qadarullah… ini hari terakhirku dengan mesin jahit, gak tahu juga kapan lagi bisa menjahit 😥

farewelll12

farewelll13

7. Cheat days

Well…sebenarnya minggu ini aku berencana melakukan detoks. Tapi ternyata gagal total karena semua orang rata-rata mengajakku cheatday. Lagipula, selain rasa makanannya enak, berbagi makanan sambil bercerita itu merupakan hal yang amat menyenangkan dan tidak dapat ditolak. Jadi, kapan lagi bisa menikmati moment seperti itu bersama orang-orang yang kusayangi? (aku sepertinya sudah mengalami gejala flu dari kemarin-kemarin, aku merasa tubuhku amburadul karna cheatdayku tak terkontrol. Baiklah: May Project: Dicipline Food Combining).

farewell5

farewelll14

8. Mom-Dad-Granny

Mereka adalah 3 serangkai amat sangat berharga bagiku. Kontribusi dan keridhoan mereka amat besar bagiku. Alhamdulillah, mereka ridha dengan keputusanku. Semoga, Allah memudahkan urusanku dengan keridhaan dan doa-doa mereka. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan kebaikan dan surganya.

Semoga aku bisa bertemu mereka semua dalam keadaan yang baik dan diberkahi oleh Allah Ta’ala. Aamiin.

farewelll09

Advertisements

2 thoughts on “Another Farewell

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s