When I Met SABIY

sabiy1

Weekend lalu, aku menghabiskannya di tempat Sabiy….Long time no see, aku kangen pangeran gantengku, Sabiy Yuhriz Yattaqi.

Memang sih less than 2 months but it feels like a century… saat kangen aku hanya bisa melihat poto-potonya, videonya dan mendengar rekaman suaranya. Tahukah dia bahwa aku tidak jarang sampai bercucuran air mata saking kangennya? Huuhu..terdengar berlebihan, tapi rasa kangenku ini yang terlalu lebih besar 😀

Alhamdulillah perjalanan sekurang-kurangnya 3 jam yang kulewati itu terbayar sudah dengan kembalinya aroma-wangi-Sabiy, pelukannya, wajah cerianya, tingkah polahnya, suara kecilnya, tertawanya, senyumnya, tangisanan dan aksi lainnya secara langsung di hadapanku. I repeat: di hadapanku.

So, Sabiy sudah bisa apa saja sekarang?
Usia Sabiy sudah 11 bulan, alhamdulillah, atas izin Allah:

  • giginya sudah 6
  • mendorong container dengan gagahnya
  • membongkar rak sepatu dan melempar-lempar sepatu.
  • jalan dengan tangan merayap di tembok atau furniture
  • hobi buka tutup pintu lemari
  • menyukai kertas
  • sudah boleh makan dimsum (porsi sedikit sih)
  • membongkar boks pakaiannya. He is a trully terminator!
  • sudah mengerti kalimat perintah, “Sabiy, hi-five!” “Sabiy, tepuk tangan!” “Sabiy, ambil bola” “Sabiy, lempar bola” “Sabiy, makan!” “Sabiy, minum” dll
  • dan sebagainya…

Dan di pertemuan kami weekend kemarin, tepatnya di hari Minggu pagi alarm berbunyi pukul 4:07. Tangisan Sabiy pun membuncah mengalahkan bunyi alarm cellphone-ku. Dalam keadaan kamar yang masih gelap, dengan rasa kantuk yang berada di level tertinggi, aku pun berniat meraih Sabiy yang berada di sampingku.

Kenyataannya: walau mengantuk aku memaksa diri sendiri meraih Sabiy sambil membatin, “Aduh Sabiy…aku masih mengantuk, sepertinya tenagaku belum muncul, i’m still collecting my soul. you know…. Please stop crying and let’s back to sleep!”

Ajaibnya…

Sabiy menolakku. Aku mencoba meraihnya untuk kedua kali, ia pun lagi-lagi menepisku. Oh tidakkkk…. Hal ini tak pernah terjadi sebelumnya! Aku tak pernah ditolak oleh Sabiy sebelumnya…menyedihkan…

Karna Sabiy beberapa kali menolakku, akhirnya Ummu Sabiy langsung menggendong Sabiy ke pelukannya. Sabiy pun berhenti…aku melanjutkan tidur.

Beberapa waktu kemudian kantukku berkurang, setelah mandi bahkan merasa lebih segar. Setelah shalat subuh, aku langsung menghampiri Sabiy hendak bermain-main dengannya.

Hmmm…sebenarnya aku masih tauma dengan penolakannya tadi. Benar deh, meskipun mengantuk, batinku merasa pedih karna penolakannya. lol…

Sabiy mengatahui bahwa aku menghampirinya, kemudian iapun menhampiriku, tangannya menyamput tanganku da kita pun berpelukan. Lega rasanya mengetahui bahwa ia tak menolakku lagi.

Lalu aku ceritakan pada adikku aka. Ummu Sabiy tentang penolakan Sabiy yang terjadi padaku tadi sekaligus tentang aku yang sebenarnya ogah-ogahan ketika hendak menggendongnya.

Adikku berkata, “MasyaAllah…Sabiy mungkin mengenali penolakanmu walaupun diucapkan di hati, dia ternyata tak mau bersama orang yang suka bersandiwara. Hahaha…”

Ya, mungkin juga…
Aku sering mendengar tentang kisah yang persis dengan pengalamanku, kisah tentang bagaimana bayi tidak welcome kepada orang-orang tertentu, misalnya: orang yang tidak welcome, tidak menyukai orangtuanya, yang mempunyai masalah dengan orangtuanya, dan lain sebagainya.

Sofar, masalahku sih itu saja. Aku sempat dibuat melngo dengan kejadian penolakan itu, rasanya sakit banget ditolak keponakan sendiri, lol….

Tapi, tidak berlangsung lama karna seharian itu aku dan Sabiy selalu berdua. Di mobil, ia terus berada di pangkuanku. Dan Sabiy tetap saja Sabiy, seperti Sabiy yang pertama kali berkendara dengan mobil ia langsung terlelap dalam waktu 5 menit aja.

Weekend kemarin juga begitu. Kegiatan Sabiy, tidur, bangun lalu melihat pemandangan sebentar, kemudian makan dan minum, lalu tidur lagi. Begitulah diulang-ulang sepanjang perjalanan S-Town ke J-town.

Akkkkk aku sekarang sudah kangen lagi.
Sayangnya weekend ini aku tak bisa ketemu lagi dengannya, karna aku banyak jadwal di J-town.

Hope that I can see him soon, miss Sabiy like crazy

For my lovely baby Sabiy :*

imperial kitchen sabiy

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s