Catatan Kajian Ustadz Syafiq: Aku Setia Menunggumu Di Pintu Surga

nasehat abu darda1

Mukadimah Kajian:

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menutupi kejelekan (aib) seorang muslim maka Allah ta’ala akan menutupi kejelekan (aib) nya.” (HR. Muslim)
  • Beliau juga bersabda: “Barang siapa yang menutupi aurat (aib) saudaranya (muslim) maka Allah ta’ala akan menutupi aurat (aib) nya pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah)
  • “Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

 

TENTANG CINTA

Cinta yang dibicarakan manusia itu tidak abadi, akan hilang, sirna dan tak berbekas. Semua cinta yang dibangun bukan karena taqwa kepada Allah akan sirna pada hari kiamat. Mereka yang tadinya saling mencintai bisa bermusuhan dan saling membenci pada hari kiamat, kecuali mereka yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Terdapat tiga buah lokasi di Mahsyar di mana kita tidak akan ingat kepada siapa-siapa.

  1. Ketika Penimbangan, sampai yang jika timbangannya baik maka ia akan ingat kepada orang-orang yang dicintainya.
  2. Ketika pembagian ‘raport’ sampai ia mengetahui isinya.
  3. Ketika melewati shirat.

 

BERTEMU RASULULLAH SHALLALAHU ‘ALAIHI WASALLAM DI TELAGA.

“Al Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat nanti. Bejana (gelas) di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebgaian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa mereka telah berbuat bid’ah sesudahmu.” (HR. Muslim).

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ ” (HR. Bukhari)

Di antara perkara yang wajib diimani sehubungan dengan iman kepada hari akhir adalah keberadaan al-haudh (telaga) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang pada hari kiamat nanti orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sewaktu di dunia akan mendatangi dan meminum air telaga yang penuh kemuliaan tersebut, semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk meraih kemuliaan teerrsebut, amin.

SURGA

Terdapat 7 kelompok manusia yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat sehingga panas matahari yang 1 mil dekatnya tidak berpengaruh padanya, salah satunya adalah “Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah. “

Yang akan tetap saling mengasihi sampai padang Mahsyar menuju Surga ialah orang yang bertaqwa. Mereka berkumpul di pintu surga menanti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dipanggil Allah untuk bisa bersama orang-orang yang kita cintai di Surga. Ridha Allah-lah yang bisa membantu suami/istri di pintu surga.

Surga itu berat dan mahal, untuk mendapatkannya maka dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan.

Surga dikelilingi hal yang berat jika manusia mencintai dunia. Jiwa manusia pada dasarnya mencintai hal-hal yang indah, mengasyikan dan nikmat. Itu bisa menjadi pemberat untuk menjalankan syariat, karena manusia tahu lebih banyak tentang urusan dunia dan Allah lebih mengetahui tentang perkara syari’at. Walaupun demikian, manusia tidak seharusnya mengampang-gampangkan dalam urusan tersebut.

 

BAGAIMANA MEMBINA RUMAH TANGGA YANG BERTAQWA KEPADA ALLAH?

  1. Menanamkan rasa takut kepada Allah. Dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin. Suami istri harus saling memahami hak dan kewajiban masing-masing. Seorang suami mempunyai kewajiban untuk mengajak/mengingatkan istrinya, ia bertanggung jawab dengan apa yang ia pimpin. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka….” (At-Tahrim: 6)
  2. Suami tidak membiarkan istrinya bermaksiat kepada Allah (misalnya: Istri mengumbar auratnya, tidak shalat dan lain sebagainya.)
  3. Janganlah suami memukul wajah istrinya. Istri baru boleh dipukul setelah melewati beberapa tahap (nasehat, hajr/didiamkan, dipisahkan tempat tidurnya) dan juga memukulnya harus dengan syarat “tidak memukul bagian yang bisa meninggalkan rasa sakit”, contoh: wajah. Memukulnya dengan siwak atau yang seukuran dengan itu, misalnya pulpen, pensil atau sikat gigi.
  4. Jangan menjelek-jelekan istri dan keluarganya. Misalnya: jika masakan istri tidak enak, maka jangan mencelanya karna itu akan menyakiti hatinya. Istri adalah wanita yang sudah jauh-jauh dibawa dari keluarganya dan terpisah dari mereka karna lebih memilih hidup dengan seorang pria yang belum dikenal sebelumnya. Jagalah perasaannya.

 

4 SYARAT MENJADI WANITA PALING INDAH UNTUK SUAMI-MU.

  1. Seorang istri harus bisa menjaga penampilan, yang jika suami memandangnya maka hatinya akan merasa tentram. Berusaha menjadi cantik untuk suaminya adalah salah satu cara menundukkan pandangan bagi suaminya. Istri hendaklah berdandan, rapi, bersih dan wangi untuk membuat suaminya merasa betah di rumah. Seorang istri harus bisa menjadi pandangan utama bagi suaminya ketika ia sampai di rumah.
  2. Taat kepada suami selama ketaatan itu tidak temasuk maksiat kepada Allah dan sesuai dengan fitrahnya sebagai wanita. Ketaatan itulah yang insyallah akan berbuah surga. Dengan gaya kocak khasnya ustadz Syafiq menyampaikan, “Yang dimaksud taat sesuai dengan fitrahnya sebagai wanita adalah wanita melakukan pekerjaan kewanitaan, bukan pekerjaan yang dilakukan laki-laki misalnya memperbaiki genteng rumah, memperbaiki motor dan sejenisnya”
  3. Menjaga harta suami ketika suami tidak berada di rumah.
  4. Harus amanah, menjaga harga diri dan kehormatannya. Karna dalam Islam tidak ada alasan untuk berkhianat.

 

 BEBERAPA POIN PENTING LAINNYA DALAM KAJIAN

  • Sebelum menikah, surga wanita berada di orangtuanya. Dan akan berpindah setelah menikah, surga dan segala tanggung jawab itu ada pada suaminya. Suami adalah orang yang harus ditaati terlebih dahulu.
  • Seorang istri hendaklah berusaha menciptakan “Baity Jannati” untuk suaminya.
  • Suami hendaklah berusaha bersikap romantis terhadap istri, contohnya: ia membantu istrinya menyelesaikan pekerjaan rumah: memasak, mencuci dan lain-lain.
  • Suami dan istri harus bisa saling memaklumi dan sabar karna Istri bukanlah bidadari dan suami bukanlah malaikat. Hendaklah saling melihat kelebihan yang dimiliki pasangan, karna 2 gelas yang setengah isi dan setengah kosong akan menjadi penuh jika isinya disatukan.
  • Suami istri haruslah sama-sama bersyukur. Bukan hanya bersyukur kepada Allah, hendaklah mereka tidak sungkan-sungkan untuk mengucapkan “terimakasih” kepada pasangannya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak bersyukur kepada Allah seorang yang tidak bersyukur kepada manusia.” HR. Abu Daud

Rasulullah bersabda:

Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani

“Siapa saja baik muslim atau kafir yang berbuat baik, maka balaslah ia dengan ucapan terimakasih.”

  • Terlebih-lebih pasangan suami istri. Istri hendaklah berterimakasih atas segala jerih payah suaminya dalam berikhtiar mencari nafkah dan memimpin keluarga. Suami hendaklah bersyukur pada istrinya yang mempunya banyak profesi: Guru, dokter, pembantu, supir untuk anak-anaknya, koki, akuntan, tukang pijat dan lain-lain.
  • Suami-istri harus saling mengingatkan, lakukanlah hal itu dengan cara yang lembut. Jika suami melakukan kesalahan atau terdapat gejala futur, maka ingatkanlah dengan lembut dan memohon. Sifat suami yang pada dasarnya tidak biasa mendengar bahasa yang menggurui, terlebih “jabatan”-nya lebih tinggi dari istri. Maka, jika ingin mengingatkan suami alih-alih menasehatinya to the point maka lakukanlah dengan trik yang lain, misalnya saat suami mulai ogah-ogahan shalat berjamaah di masjid, istri berpura-pura minta tolong mencarika sebuah buku atau majalah yang isinya membahas tentang shalat berjamaah. Yang terpenting, lakukanlah hal itu pada waktu yang tepat dan berdoa semoga suami mendapat hidayah.
  • Hendaklah suami-istri tidak kaku dalam mengungkapkan cinta karena cinta tidak mengenal usia dan waktu.“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya hendaklah dia memberitahu saudaranya itu bahwa dia mencintainya.” (HR. Bukhari)
  • Mengatakan “Aku mencintaimu karena Allah” diucapkan sesama muslim dan bukan kepada non-mahram karena hal itu beda tipis dengan nafsu. Salah satu perintah dalam Islam adalah menyatakan cinta karena Allah. Namun tentu saja cinta bukan dinyatakan pada lawan jenis yang tidak halal karena adanya godaan besar di balik itu.

 

Sekian catatan kajian ini, kebenaran dan kebaikan datangnya dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Jika ada kesalahan, itu datangnya dariku dan tolong diingatkan. Sekian…

Sumber: Catatan pribadi penulis di Kajian Ustadz Syafiq yang berjudul “Aku Setia Menunggumu di Pintu Surga” yang berlangsung hari Selasa, tanggal 27 Mei 2014 di Masjid Astra, Sunter Jakarta Utara

Advertisements

3 thoughts on “Catatan Kajian Ustadz Syafiq: Aku Setia Menunggumu Di Pintu Surga

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s