Merasa Bahagia

Hari Selasa tanggal 27 Mei 2014 merupakan salah satu hari di mana aku merasa amat sangat diberkahi Allah Ta’ala. Alhamdulillah…

catatan kajian ustaz syafiq

Berawal dari kajian ustadz Syafiq yang berjudul “Aku Setia Menunggumu di Pintu Surga.” Judul-judul kajian beliau memang masyAllah….selalu menarik dan selalu membuat penasaran dan menebak-nebak.

Sebagai orang yang baru tinggal di J-Town, tidak sedikit orang yang sangsi atas niatku untuk hadir di kajian ustadz Syafiq tersebut. Pasalnya, kajian tersebut berlokasi cukup jauh dari tempat tinggalku dan dalam situasi lalu lintas normal setidaknya bisa dijangkan 2,5 jam. WOW banget kan?

“Are you sure? Sunter kan jauh sekali dari tempatmu. Jalanannya pun gak friendly dan bagiku sih itu terlalu jauh dari jangkauanku.” Sahut El dan jujur saja sih, kata-katanya sempat membuatku sedikit bimbang.

Sunter jauh loh…
Yakin???
Aku sih bisa tepar…
Aku takut kamu nyasar! dan kalimat cobaan lainnya 😀

Tapi… Judul kajian tersebut mempunyai semangat tersendiri buatku. Bagus banget kan judulnya? Kebayang deh, pasti isinya lebih bagus dari judulnya. Alhamdulillah…dengan mengingat judulnya saja, semangatku melambung lagi. Aku yakin bahwa perjalanan  sejauh itu akan terbayar lebih dari sekadar rasa “akhirnya aku datang ke kajian ustadz Syafiq.”

So… stick with the plan. Aku akhirnya pergi pukul 6:30 menuju Manggarai, terminal di mana aku akan bertemu dengan Vidi dan Bila di sana. Perjalanan dari tempatku ke Manggarai tidak lebih dari 30 menit. Dari Manggarai ke tempat kajian hampir menghabiskan waktu 2 jam. 2 jam yang bagiku dan Vidi terasa cepat berlalu karena sepanjang perjalanan kami sharing tentang banyak hal, khususnya tentang pernikahan, kewajiban dan hak suami istri, bagaimana hendaknya kita melindungi diri dari manusia berlabel “Ajnabiy” dan obrolan lainnya.

Masjid Astra merupakan masjid yang besar. Ketika kami tiba di sana, masjid ternyata sudah 96 % penuh. Kami bertiga akhirnya mendapat tempat paling depan, tepat di bagian depan layar. Well…bagiku sih, ada atau tidaknya layar ya sama saja, karna yang akan kupelototi adalah lembaran kertas di jurnalku. Dan aku bahagia banget begitu mengetahui bahwa aku duduk tepat di samping terminal listrik. So, aku takan was-was kehabisan baterai karena bisa mengisi amunisi baterai sepanjang kajian. 

Kajian berlangsung kondusif dengan isi yang SELALU baguuuus banget. MasyaAllah…Isi kajian tersebut bahkan membuatku dan Vidi beberapa saling lirik, saling melempar senyum karena ternyata… hampir semua hal yang tadi kami share di sepanjang perjalanan dibahas oleh Ustadz Syafiq.

Aku melting banget merasa bahwa saking diberkahi oleh Allah. Bersyukur karena Allah telah menyemangatiku pagi ini untuk hadir di kajian tersebut. Bersyukur karena Allah telah mengutus Vidi untuk menemaniku di “taman surga” tersebut.

Akhirnya, kajian yang dimulai pukul 09:00 itu diakhiri pukul 11:10 wib. Kami bertigapun memutuskan untuk berpisah karena masing-masing memiliki keperluan. Aku berpisah di halte Trans-Jak Sunter, Vidi dan Bila bertolak menuju Manggarai sedangkan aku berencana ke Blok M.

Hari itu benar-benar hariku banget. Entah deh, kenapa bisa petugas trans Jak tidak kompak dalam memberikan petunjuk. Beda petugas, beda rute yang diberikan padaku. Dan aku bertanya pada 4 petugas. Setiap ganti halte aku bertanya pada petugas, dan petugas halte tersebut memberikan rute yang berbeda dengan petugas sebelumnya. Pegal? Iya, tapi aku menikmatinya haha… So…di Halte Dukuh Atas aku memutuskan untuk tidak bertanya pada siapa-siapa lagi. Iya sih, lagipula Dukuh Atas kan sudah semakin dekat jaraknya dengan Blok M. haha… Setelah (sepertinya) mengintari J-Town dengan trans-Jak, akhirnya pukul
13:20an aku tiba di Blok M dengan selamat. Alhamdulillah… Aku segera memberitahu El bahwa aku telah sampai dan kita siap ber”kencan” di blok M.

Kami mengalami hal konyol yang insyaAllah bersejarah hari itu, hari di mana El dan aku akan selalu ingat dan bisa membedakan serta
menjelaskan tentang Blok M Mal, Blok M Square, Blok M Pasaraya dan Blok M Plaza. Inti ceritanya? Kami salah mengira tempat, aku berputar-putar dan sepertinya sebagian lemakku berhasil dikikis karna itu. Pokoknya, hari itu aku dan El mengalami hari di mana jika kami menceritakan pengalaman itu lagi, cerita itu akan membuat kami tergelak. Cerita konyol dan indah, begitulah aku menyebutnya Lol…

aku dan el

Most of all…
Aku merasa amat sangat bersyukur hari itu…

  • Hari di mana aku bisa duduk di majelis ilmu bersama Vidi, banyak berbagi cerita dan ilmu. Vidi bilang padaku bahwa suatu hari kita akan merindukan masa-masa seperti ini. Berjalan kaki menyusuri jalanan panas dan berdebu sambil mengobrol, tersenyum dan tertawa. Hari di mana sepanjang perjalanan aku dan Vidi sama-sama bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan kami di dalam kebaikan-Nya.
  • Hari di mana kajian ustadz Syafiq benar-benar membayar perjalanan 2,5 jam yang sudah kulalui.
  • Hari di mana akhirnya aku menghabiskan waktu bersama El lagi, makan, minum, cerita, tertawa, shalat berjamaah dan belanja buah.
  • Hari di mana aku banyak menerima kata “I love you for the sake of Allah” dan membalasnya dengan hal serupa.
  • Hari di mana seharusnya tubuhku merasa lelah, tapi kelelahanku terbayar dan tertutupi dengan karunia dan kebaikan Allah Ta’ala padaku.

Alhamdulillah 🙂

*melting*

Advertisements

6 thoughts on “Merasa Bahagia

  1. mumutia says:

    melting kakkey baca ini :”’.. tp ada yang aku bingung dibagian

    “Akhirnya, kajian yang dimulai pukul 11 itu diakhiri pukul 11:10 wib. ”

    sepertinya ada yang typo ya kak? hihi.. atau emang begitu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s