What a Bad Day!!

*Tulisan ini sudah lama ditulis, pas buka-buka notes ternyata baru ngeh belum sempat diposting di blog. Hehe*

“Whatta bad day!!!”
Sebuah kalimat yang sering keluar dari mulut kita ketika mengalami hal-hal buruk, terutama yang mengalami kejadian buruk berturut-turut dalam satu hari.

Padahal, sebagai seorang Muslim tidak seharusnya kata-kata itu terlontar dari mulut kita.

Well…kita mungkin mengalami hal yang sangat buruk, tapi kita tidak boleh menyalahkan waktu karenanya.

Pagi itu aku mengalami hal-hal yang tak begitu menyenangkan, bahkan bisa dikatakan buruk. Terbangun dengan suara yang serak, menumpahkan air, keluar kamar dan mendapati bahwa jemuran sudah dalam keadaan terbalik, baju-baju yang kucuci kemarin berserakan di atas rumput dan bonusnya adalah Bi Family sedang asiknya tidur beralaskan tumpukan pakaianku yang sudah kering.

Yeah, siapa lagi kalau bukan keempat kucing itu yang menarik-narik gamis yang kujemur sampai membuat jemuran terbalik?

Ingin teriak dan marah sekali rasanya.
Tapi, aku bakalan terlihat  konyol jika marah-marah pada 4 ekor kucing. Dan mungkin esok harinya aku akan didemo oleh para pecinta Bi Family.

“Rubi…kenapa kamu tidur di atas cadarku? Lihat deh, bulu kamu banyak banget nempel di situ.” Aku merajuk pada Rubi yang menatapku dengan tatapan wink-wink-yang-membuat-siapapun-meleleh.

“Ibubi…gamisku bertaburan bulu kamu semua,” erangku menyedihkan. Aku membatin, “jangan marah, jangan marah, jangan marah….”

Dan akhirnya, satu ember pakaian yang kujemur di playground harus kucuci ulang lagi, well…mungkin besok kalau aku tak (sok) sibuk.

Yup, hal buruk atau hal yang tak diinginkan sering terjadi pada semua orang.
Ban kendaraan bocor di jalan, temanmu tidak menepati janji, laporanmu tak bisa dikumpulkan tepat waktu karena printermu rusak, masakanmu keasinan, kecelakaan, perceraian dan lain sebagainya. Dari hal buruk yang sepele sampai yang besar, semua orang bisa mengalaminya.
Tak sedikit orang yang mengeluh, “what a bad day!”

Mulai sekarang, hindarilah kata-kata itu. Selain kata-kata itu bisa membuatmu semakin merasa bernasib sial, sebaiknya ucapkan doa supaya kamu bisa terhindar dari keburukan.
Tarik nafas dalam-dalam, istighfar, wudhu, shalat, take a shower, drink your favorit drink, eat your favorite meal, wear your favorite clothes, put your favorite shoes then take a walk, think about something nice in your life, etc. Terdapat banyak hal baik yang bisa kau pilih daripada mengutuk hari, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan atau yang paling buruk adalah balas dendam.

Dan yang paling penting yaitu berusahalah untuk memperbaiki keadaan. 🙂

Ayahku selalu berpesan, jika hal buruk menimpamu, jangan menyalahkan orang lain atau sesuatu alih-alih kamu tidak mengoreksi dirimu sendiri. Bukan berarti ayahku menyuruhku untuk selalu menyalahkan diri sendiri juga sih… At least  tidak menyalahkan hal lain, karena diri kita juga ikut andil dalam kesalahan tersebut.

Seperti kejadian pagi tadi, sudah tahu Bi Family yang enerjik bermain di playground tapi aku tetap memaksakan diri menjemur baju di sana dengan alasan supaya pakaian cepat kering. Pada kenyataannya, alih-alih kering dan cepat dipakai. Pakaianku malah bercampur banyak bulu kucing.
So, yang salah adalah aku. Hehehe….

Berhentilah mencela waktu 🙂
Selengkapnya, silakan baca di sini http://muslimah.or.id/1209-hukum-mencela-masa.html

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s